Enter your keyword

post

Unmuh Babel Support Niatan Baik PT.Telsis Indonesia Kembangkan EMA

Rektor Universitas Muhammadiyah (Unmuh) Bangka Belitung, Fadillah Sabri,S.T.M.Eng Senin(03/05) menerima kunjungan dari Tim Duta Eukalyptus Machine Air (EMA) Indonesia di ruang kerjanya. Kepada Ketua rombongan Duta EMA Indonesia, Siti Nur Dzulaika beserta tim.
”Tentu saja kami menyambut baik atas kunjungan dan sosialisasi tim Duta EMA Indonesia ke Kampus Unmuh Babel, bahkan mungkin ke depan, kita juga bisa menjalin kerjasama yang baik terutama dalam ikhtiar menekan angka covid-19,”sebut Fadillah Sabri.
Ia menyikapi dari informasi yang disampaikan oleh Tim Duta EMA sebagai informasi yang bersifat educatif dengan arah yang bagus untuk menyelamatkan anak bangsa dapat kembali melaksanakan aktivitasnya terutama dalam mencari ilmu di lembaga-lembaga pendidikan mulai PAUD hingga perguruan tinggi.
”Sekali lagi saya komitmen, jika memang pembicaraan ini bisa dilanjutkan dan arahnya juga bagus, terarah, kenapa tidak kita akan dukung bahkan termasuk untuk suplay pengembangan tanaman bahan eukaylyptus (minyak kayu putih) sendiri kita juga siap support, kita punya lahan dan sdm baik dosen maupun mahasiswanya,”tambahnya optimis.
Sementara itu, selaku Ketua Tim Duta EMA Indonesia, Siti Dzulaika membenarkan bahwa pihaknya memang terus melakukan berbagai sosialisasi ke seluruh provinsi di Indonesia termasuk di Bangka Belitung khususnya Unmuh Babel . Hal ini sudah dilakukan pasca launching EMA pada 17 Desember 2020 oleh Ketua Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia (PB IDI) dr. Daeng M Faqih, S.H, M.H di Hotel Sahid Jakarta.
” Kami komitmen terus bergerak melakukan kunjungan sosialisasi ke seluruh provinsi di Indonesia untuk memperkenalkan manfaat hasil karya Prof. Ir.Joko Achmad Sampurna yang terus dikembangkan melalui PT.Telsis Indonesia, yang berhasil membuat mesin EMA atau alat covid-19, supaya sekolah-sekolah, kampus-kampus aktivitasnya kembali normal , pelaksanaan KBM dapat berlangsung di kelas,”ujar Siti.
Siti mengaku setelah kunjungannya dengan Gubernur Bangka Belitung , Erzaldi Rosman dan Majelis Ulama Indonesia (MUI) Babel, pihaknya pun telah dapat informasi bahwa ternyata Provinsi Bangka Belitun memiliki untuk potensi untuk pertumbuhan tanaman eukalypthus yang cukup bagus. Bahkan saat ini ada salah satu lahan yang di hibahkan oleh Pemprov Babel seluas 500 hektar, kini sudah ada tanaman eukalypthusnya.
Siti mengaku senang mendengar berita ini, terlebih produk EMA ini memang sangat banyak membutuhkan tanaman eukalypthus ini dan untuk Indonesia ini pun sebenarnya baru mulai. Dan nanti di bulan Juni 2021 juga akan ada pertemuan bersama lembaga perlindungan konsumen internasional dengan beranggotakan 149 negara yang akan di gelar di Yogyakarta.
PT.Telsis Indonesia akan serius memperkenalkan EMA dalam rangka membantu penanganan covid di Indonesia dan juga internasional. Oleh karena itu nanti tentu saja, ini akan membutuhkan banyak sekali eukalyptus atau butuh minyak kayu putih. Sehingga mau tidak harus segera menanam secara massal di berbagai daerah.

“Setelah tau di Babel ini ternyata sudah ada lahan yang ditumbuhi Eukalyptus, MasyAlloh bersyukur sekali rasanya , bahkan kalau memang di Babel bisa memenuhinya, maka langkah selanjutnya kita akan membuat pabrik di sini bersama PT. Telsis sebagai pusat pengembangan EMA. Termasuk bisa bekerjasama dengan petani-petani agar tergerak menanam eukalyptus,”ujarnya.
Ia menambahkan bahwa minyak kayu putih ini sudah dipercaya khasiatnya para nenek moyang bangsa Indonesia, betapa tidak semua dari bayi sampai semua kalangan usia pun membutuhkannya, terlebih di tengah pandemi covid-19 ini.
“Oleh karena itu kita harus segera bergerak dengan melakukan langkah peremajaan , pengembangan dan sebagainya. Apalagi respon dari gubernur Babel juga sangat baik, mendukung, karena memang tanaman eukalyptus ini sudah mendapatkan pengakuan dari pemerintah dan halal. Karena tanaman ini termasuk ke dalam jenis jamu yang tentunya juga aman untuk diminum.Bahkan oleh seorang prof. Joko minyak kayu putih ini, cara kerjanya pun juga telah terbukti lebih efektif mengatasi penularan covid-19 bahkan bagi pasien yang sudah terinfeksi. Sehingga karenanya kami optimis Indonesia maupun internasional sangat membutuhkannya,”tambahnya.
Direktur Lembaga Pengkajian Pangan, Obat-obatan, dan Kosmetika Majelis Ulama Indonesia (LPPOM MUI) Bangka Belitung, Nardi Pratomo pun ikut menanggapi positif atas niatan dari Tim Duta EMA Indonesia bersama PT.Telsis Indonesia yang ingin terus mengembangkan produk EMA sebagai salah satu produk anti covid-19. Sehingga mobilisasi manusia terutama bagi para kalangan dunia pendidikan dapat kembali berjalan normal setelah hampir 2 tahun terakhir ini terpaksa dilakukan dengan metode belajar terbatas akibat “meluapnya” kasus penularan covid-19.
“Intinya kalau selama itu memang informasinya bagus, bermanfaat untuk orang banyak, tentu kita akan siap support. Namun kita juga tetap butuh pengenalan lebih jauh terkait efisien mesin EMA ini dan dia juga harus memenuhi unsur kehalalannya, termasuk tadi ide untuk pengembangan potensi tanaman eukalyptus atau minyak kayu putih sebagai bahan utama dari mesin EMA ini juga perlu keseriusan agar bisa ditindaklanjuti,”sebut Nardi lagi.(Humas/Unmuh Babel)

No Comments

Add your review

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.