Enter your keyword

post

Unmuh Babel Jadi “Tuan Rumah” Kegiatan Pembinaan dan Desiminasi KIP Kuliah 2021 Oleh LLDIKTI Wilayah II

PANGKALANBARU – Sebanyak 9 perguruan tinggi di Bangka Belitung mengikuti kegiatan Pembinaan dan Diseminasi Kartu Indonesia Pintar (KIP) Kuliah Tahun 2021 Bagi Pengelola dan Mahasiswa Penerima KIP Kuliah Angkatan 2021 yang diselenggarakan oleh Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDIKTI) Wilayah II, bertempat di Audiotorium Gedung Rektorat Universitas Muhammadiyah Bangka Belitung, Rabu(29/12/2021).

Rektor Universitas Muhammadiyah Bangka Belitung, Fadillah Sabri,S.T.M.Eng dalam amanahnya saat membuka kegiatan, mengaku menyambut baik dengan dilaksanakannya kegiatan ini. Dan ia juga mengajak mahasiswa para penerima KIP untuk mensyukuri, karena telah mendapatkan beasiswa KIP dari pemerintah.

“Sebab yang menerima beasiswa KIP berati juga mendapatkan keistimewaan, karena orang tua tidak lagi kebingungan mencari biaya kuliah. Oleh karena itu sudah seharusnya para mahasiswa berterimakasih dan mempunyai keistimewaan pula di dalam aktivitas kemahasiswaannya,”sebutnya dihadapan 203 mahasiswa dan hadirin yang hadir

Ia juga berpesan agar tidak menjadi mahasiswa 3K, yakni hanya mengenal kampus, kantin dan kos-kosan.Tidak pernah memberikan kemanfaatan bagi orang banyak. Karena mahasiswa adalah agent perubahan. Bahkan ini telah dibuktikan dengan runtuhnya orde baru karena mahasiswa.

Makanya kekritisan dan idealisme mahasiswa seorang mahasiswa harus tumbuh dan tertanam dalam hati setiap mahasiswa. Karena kita juga membutuhkan sumberdaya manusia yang tidak hanya memiliki kecerdasan intelektual yang harus terus diasah dan dikuatkan, tetapi juga wajib memiliki kecerdasan spiritual.

“Sebab tak ada gunanya pintar, kalau akhlaknya jauh dari kemuliaan. Dan bagi para mahasiswa ini akan terbukti nanti ketika sudah kembali kemasyarakat ataupun melamar pekerjaaan, karena yang dinilai tidak hanya dari prestasi tetapi juga perilaku. Sebab itu kesantunan dalam bersikap dan berbicara adalah modal yang sangat penting, tetapi jangan sampai menargetkan gelar kesarjanaan untuk mencari kerja”sebutnya.

Ia mengajak anak-anak muda Babel khususnya para penerima beasiswa KIP, harus menjadi penggerak perubahan bagi republik dan Babel ini. Karena para penerima KIP merupakan orang yang berhutang kepada negara, sehingga harus membayarnya dengan pengabdian terbaik dan menebar kebermanfaatan kepada masyarakat. “Jadilah mahasiswa yang gesit dan mampu menggelar kesarjanaan dengan senantiasa memberikan kebermanfaatan bagi semesta,”dorong Fadillah Sabri.

Nurjannah selaku Koordinator Akademik, Kemahasiswaan dan Sumberdaya LLDIKTI Wilayah II yang juga di dampingi FX Romi Kurniadi Saputra yang juga menjadi pembicara dalam kegiatan ini, beserta tim LLDIKTI Wilayah II lainnya menyebut bahwa sesuai dengan Undang-Undang Nomor 12 tahun 2012 tentang Pendidikan Tinggi, bahwa KIP memang di peruntukan untuk lulusan SMA/SMK/ MA/ Sederajat yang memiliki keterbatasan ekonomi dan prestasi yang baik untuk melanjutkan penddikan ke perguruan tinggi maupun akademi. “Semoga penerima KIP ini ke depan dapat terus berkontribusi bagi pembangunan bangsa dan meningkatkan taraf hidup masyarakat,”sebutnya.

Nurjanah menyebut bahwa kegiatan desiminasi sangat penting ini dilaksanakan, karena beberapa regulasi terbaru dari KIP memang harus di desiminasikan .Oleh sebab itulah LLDIKTI Wilayah II melaksanakan kegiatan ini di wilayah regional Sumatera Selatan termasuk di Bangka Belitung. Ia juga berharap agar bidang kemahasiswaan di perguruan tinggi masing-masing dapat menerbitkan pedoman atau proses panduan KIP sendiri, selain dari mengabdopsi pedoman pusat yang telah ada selama ini.

“Kami mendorong bidang kemahasiswaan di masing-masing satuan pendidikan tinggi untuk juga mampu menerbitkan pendoman atau proses panduan KIPnya sendiri, sehingga nanti bisa dimanfaatkan untuk proses penerimaan mahasiswa penerima KIP di masing-masing satuan pendidikan tinggi tersebut akan menjadi lebih jelas, transparan dan terarsip,”harapnya.

Nurjanah juga menyampaikan bahwa KIP ini disalurkan pemerintah sesuai Kuota masing-masing kebutuhan di daerah, misalnya di Bangka Belitung 30 % pelajar maupun mahasiswanya adalah pengguna KIP. Karena KIP ini tentunya sangat membantu untuk masyarakat, terlebih di tengah pandemi covid-19 yang sangat berdampak ke semua sektor termasuk pendapatan ekonomi masyarakat.(Humas/Unmuh Babel).

No Comments

Add your review

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.