Enter your keyword

c454f918-0278-4c40-b326-561ca5683612

Rektor Universitas Muhammadiyah Bangka Belitung
Fadillah Sabri, S.T, M.Eng
NBM. 907906

Alhamdulillahirobbil ‘alamin, segala puji hanya haq Allah, segala kemuliaan hanya milik Nya. Hari ini rasa syukur yang tak berbilang kita panjatkan atas segala kenikmatan yang telah dianugrahkan kepada kita semua. Sholawat serta salam kita haturkan kepada junjungan kita Nabi Allah Muhammad saw. Penutup para rasul, manusia paling sempurna setiap kata dan perbuatan menjadi tauladan akhlaknya mulia tiada celah, pembawa cahaya kebenaran penuntun bagi pencari kemuliaan

Rasa syukur kita semakin lengkap pada hari ini, saksikan betapa sumringah wajah seluruh yang hadir pada pertemuan ini. Senyum bertemu senyum, tatapan mata penuh binar kebahagiaan, tiada yang raut wajahnya kelihatan dalam kedukaan. Ya.., kita semua sedang bersuka, bersuka atas takdir Allah yang mempertemukan kita dalam acara wisuda kedua sarjana semenjak  Universitas Muhammadiyah Bangka Belitung hadir di Provinsi ini. Jumlah wisudawan periode kedua tahun 2021 ini berjumlah 101 sarjana, 82 orang berasal dari Prodi PGSD, dan 19 orang Prodi PJKR. Maka wisuda kali ini saya beri nama wisuda sarjana 101. Angka 101 bukanlah angka kebetulan, ini saya yakin merupakan skenario Allah swt. Secara filosofis angka 101 yang terdiri dari angka “nol” dan angka “satu” yang merupakan bilangan biner. Tahukah saudara apa itu bilngan biner dan tahukah dampak dari diketemukannya bilangan biner terhadap kemajuan sains dan teknologi?

Sistem bilangan biner atau sistem bilangan basis dua adalah sebuah sistem penulisan angka dengan menggunakan dua simbol yaitu 0 dan 1. Sistem bilangan biner modern ditemukan oleh Gottfried Wilhelm Leibniz pada abad ke-17 dan muncul dalam artikelnya penjelasan de l’ Arithmétique Binaire . Gottfried Wilhem Leibniz adalah seorang filsuf Jerman keturunan Sorbia dan berasal dari Sachsen. Selain seorang filsuf, ia adalah ilmuwan, matematikawan, diplomat, ahli fisika, sejarawan dan doktor dalam hukum duniawi dan hukum gereja. Ia dianggap sebagai Jiwa Universalis zamannya dan merupakan salah seorang filsuf yang paling berpengaruh pada abad ke-17 dan ke-18. Sistem bilangan biner merupakan dasar dari semua sistem bilangan berbasis digital. Dari sistem biner, kita dapat mengkonversinya ke sistem bilangan Oktal atau Hexadesimal. Sistem ini juga dapat disebut dengan istilah bit atau Binary Digit. Pengelompokan biner dalam komputer selalu berjumlah 8, dengan istilah 1 Byte/bita. Dalam istilah komputer, 1 Byte = 8 bit. Kode rancang bangun komputer, seperti ASCII, American Standard Code for Information Interchange menggunakan sistem pengkodean 1 Byte.

Sekarang eranya generasi digital, maka tidaklah berlebihan jika wisuda kali ini merupakan momentum bagi Unmuh Babel untuk bersegera menguatkan kemampuan literasi digital, dan menguatkan penggunaan sistem komputersisasi dalam memajukan kampus ini. Era revolusi 4.0 merupakan era kekinian yang harus kita pahami keberadaannya, dan Pendidikan Era Revolusi Industri 4.0 adalah fenomena yang merespons kebutuhan revolusi industri dengan penyesuaian kurikulum baru sesuai situasi saat ini. Kurikulum tersebut mampu membuka jendela dunia melalui genggaman contohnya memanfaatkan internet of things (IOT).

Kembali kepada angka 101, dalam matematika dan kebahasaan angka nol tidak sama dengan kosong, Nol atau ditulis 0 merupakan unsur netral dalam penjumlahan dan pengurangan. Jika a + 0 = a dan a – 0 = a. Hasilnya selalu bilangan itu sendiri. Misalkan 5 + 0 = 5 dan 5 – 0 = 5. Namun jika a x 0 = 0 dan jika a : 0 = tak terhingga. Misalnya 5 x 0 = 0 dan 5 : 0 = tak terdefinisi atau tak hingga. Bilangan nol (selanjutnya disebut nol saja) pada banyak cabang ilmu dijadikan sebagai dasar atau center pada pengoperasian bilangan lainnya. Dan menjadi kunci penting terciptanya banyak teori, rumus, teorema, lemma, dan banyak juga yang lainnya. Selain itu pada ilmu analisis, nol dijadikan sebagai bilangan penting untuk menentukan invers (kebalikan) suatu bilangan terhadap operasi apapun, bahkan termasuk pada nol yang didefinisikan tersendiri.

Nol termasuk dalam bilangan cacah. Pengukuran semua dilakukan dari titik nol. Seperti titik nol kilometer yang ada di daerah Sabang Indonesia. Itulah awal titik pengukuran geografis wilayah Indonesia tercinta. Atau titik nol kilometer yang ada di daerah Pantai Anyer. Titik awal pengukuran jalan bersejarah pada zaman pemerintahan Belanda. Jalan Deandles antara Anyer hingga Panarukan. Ada juga “nol kilometer” PGK, yang tepat berada pada rumah dinas walikota Pangkalpinang. Pengukuran pada penggaris juga akan dimulai dari nol, bukan satu. Bahwa mengukur itu selalu dimulai dari titik atau angka nol. Petugas SPBU bila kita mengisi bahan bakar kendaraan, pasti ia akan mengatakan: “ Dari nol ya Pak! atau “Dari nol ya Bu!”. Kita juga berumah tangga dengan suami atau istri kita tentu semua dimulai dari nol. Dari tidak berpunya menjadi punya anak, punya rumah, punya kendaraan dan yang lainnya. Nikmat dari Allah SWT yang harus di syukuri. Bahkan jika idul fitri kita juga sering mengatakan, mulai dari nol lagi ya. Maaf lahir dan bathin.

Siapakah penemu nol dalam matematika? Beliau adalah ulama kharismatik pada zamannya. Beliau bernama Al-Khawarizmi. Sering disebut Bapak Aljabar. Karya pertama al-Khawarizmi adalah al-Jabar, sebuah buku yang membahas solusi sistematik dari linear dan notasi kuadrat. Hal ini sangat penting sebagai sebuah gerakan revolusioner dari konsep matematika Yunani yang berdasarkan pada geometri. Aljabar merupakan penggabungan teori yang memungkinkan angka rasional, irasional dan magnitude geometris menjadi objek-objek aljabar. Khawarizmi juga berjasa dalam mengembangkan tabel sinus, cosinus dan trigonometri. Karena karyanya ini Al-Khawarizmi disebut sebagai “Bapak Aljabar”. Al-Khawarizmi adalah orang pertama yang menjelaskan kegunaan angka-angka, termasuk angka nol. Karyanya dalam bidang Aritmatika, Kitab al-Jam’a wa al-Tafriq bi al-Hisab al-Hindi (The Book of Addition and Subtraction by the Method of Calculation of the Hindus), memperkenalkan penggunaan angka hindu 1 sampai 9 dan angka nol.

Sekarang kita beralih ke angka 1 (satu) yang merupakan bilangan asli. Pasti semua muslim kenal dengan surah Al-Ikhlas. Surah yang menyatakan keEsaan Allah, yang di awal surah  menyatakan bahwa Allah itu satu, dan diakhir hayat menyatakan Allah yang Maha Satu, tidak ada yang bisa menyamai. Dalam surah Al-Ikhlas menyatakan, bahwa Allah itu satu. Satu itu adalah Allah. Satu itu mutlak milik Allah. Angka Satu adalah angka yang memiliki keistimewaan. Keistimewaannya adalah berapapun angka dibagi dengan angka satu, hasilnya akan tetap kembali ke angka yang akan dibagi tersebut, Contoh 5/1 = 5, 10/1 = 10 dan lain-lain. Juga berapapun angka yang akan dikali oleh angka satu, pasti akan menghasilkan angka yang akan dikali tersebut, contoh 5×1 = 5, 10×1 = 10, dan lain-lain. Makna dua keunikan di atas adalah bahwa di dalam makhluk ciptaan Allah, ada zat Allah pada makhluk tersebut. Allah Yang Satu ada di setiap makhluk ciptaannya. Dapat kita rumuskan, makhluk ciptaan Allah dibagi atau dikali angka satu sama dengan Makhluk ciptaan Allah. Allah tak terlihat ketika membagi dan mengali makhlukNya, oleh sebab itulah Makhluk ciptaannya saja yang tampak. Kita ambil satu contoh : didalam diri manusia, terdapat zat Allah, kemampuannya untuk berjalan, berlari, berpikir dan apa saja yang ada pada manusia karena adanya zat Allah di dalam dirinya. Namun karena zat Allah itu satu, yang jika dibagi atau dikali kepada manusia hasilnya tetap manusia itu sendiri. Manusia seringkai tak menyadari dan memahami ada peran Allah dalam kehidupannya. Akhirnya, timbul kesombongan pada manusia bahwa ia bisa ini dan bisa itu merupakan kemampuan dari dirinya sendiri. Baik setelah pembagian ( / ) dan perkalian ( x ), kita sekarang ke penambahan (+). Kita simak Al-Quran surah Al Mujadilaah ayat 7, yang artinya “Tiada pembicaraan rahasia antara tiga orang, melainkan Dia-lah yang keempatnya. Dan tiada (pembicaraan antara) lima orang, melainkan Dia-lah yang keenamnya. Dan tiada (pula) pembicaraan antara (jumlah) yang kurang dari itu atau lebih banyak, melainkan Dia ada bersama mereka di mana pun mereka berada.” Saya coba maknakan dalam sebuah rumus pernyataan Al-Quran di atas, bahwa 3+1, 5+1,  angka 3, 5 atau apa saja adalah makhluk Allah, dan angka 1 adalah Allah.

Pada akhirnya dapatlah kita ambil pelajaran dari wisuda sarjana 101 hari ini, bahwa kehidupan kita tak akan pernah terlepas dari nilai-nilai ketauhidan pada Allah swt, dan kemampuan untuk mengkrabi teknologi informasi dengan bersungguh-sungguh mengembangkan diri dalam hal kemampuan literasi digital. Kepada para sarjana saya ucapkan selamat, jangan pernah berhenti untuk selalu belajar. Jadilah manusia pembelajar di manapun dan kapanpun. Kesarjaanaan yang saudara raih hari ini bukanlah akhir dari segalanya, justru ini merupakan awal tahapan baru dalam mengarungi samudra kehidupan. Berpegang teguhlan pada 5 nilai dasar kehidupan kampus Unmuh Babel yang terlah tertanah dalam diri anda, yaitu Ke-Islaman, Ke-Indonesiaan, kekinian, kedisinian, dan kemasadepanan. Jadilah sarjana yang berilmu amaliah, dan beramal ilmiah.

Kepada para orang tua yang para wisudawan/ti hari ini, kami mohon maaf jika dalam mendidik anak bapak/ibu ada kekhilafan dan kekurangan. Kami mohon diikhlaskan jika ada yang kurang berkenan, semoga Allah swt meridhoi. Hari ini kami kembalikan anak bapak/ibu kepada bapak dan ibu. Saat dulu mereka datang ke kampus ini mungkin masih ramaja yang belum banyak mengenal dunia karena keterbatasan ilmu dan pengetahuan maka hari ini kami kembalikan mereka sebagai sarjana. Kami yakin dan percaya mereka akan mampu menjadi anak yang berbakti kepada kedua orang tuanya. Sekali lagi selamat dan kami mohon maaf, mohon bantu kami dengan doa agar kampus Universitas Muhamamdiyah Bangka Belitung ini dapat berkembang menjadi kampus yang berkemajuan dan mencerahkan.

 

Unmuh Babel…Berkemajuan dan Mencerahkan!

Unmuh Babel …Maju kita dibuatnya!