Enter your keyword

post

Sahirman : Kader Persyarikatan Harus Memahami Islami Secara Kaffah

Wakil Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Bangka Belitung, Sahirman Jumli memberikan tausiah dalam acara Pengajian Rutin Jum`at Sore (PESAT) Universitas Muhammadiyah Bangka Belitung, Jumat (19/03) yang diselenggarakan oleh Lembaga Studi Islam dan Kemuhammadiyahan (LSIK) Universitas Muhammadiyah Bangka Belitung.

Pria yang juga malang melintang dalam dunia birokrasi di Bangka Belitung ini menilai bahwa PESAT merupakan kegiatan yang sangat positif dan harus terus dilaksanakan secara continue. Hal ini juga merupakan salah satu amanah besar bagi Muhammadiyah sebagai gerakkan penguat moral untuk terus mampu menciptakan kader-kader Muhammadiyah yang memahami Islam secara kaffah.

”Kita punya keinginan besar terhadap pengurus, pegawai dan mahasiswa untuk menjadi kader-kader yang betul-betul memahami Islam secara kaffah sesuai tuntunan Al-Qur`an dan As-Sunnah, sehingga mampu menjadi contoh yang baik bagi masyarakat dalam memahami masalah kehidupan,”tambahnya.

Menurutnya, ada persoalan yang harus mendapatkan perhatian serius di era globalisasi saat ini, yakni krisis moral. Di era ini banyak orang yang justeru bangga membuat hal-hal yang tidak sesuai dengan agama bahkan Islam pun hanya dijadikan sebagai simbol. Karenanya semua kader persyarikatan Muhammadiyah dimana pun berada, tentunya akan terus berikhtiar dan berdoa termasuk salah satunya melalui PESAT LSIK Unmuh Babel.

“Supaya kader-kader kita khususnya selalu menjadikan akhlak sebagai tonggak mengarungi aktivitas sehari-hari yang bersumber dari Al-Qur`an dan As-Sunnah, supaya tidak ada lagi orang-orang melakukan kekerasan, sebab sekarang ini banyak orang muda tidak lagi menghormati orang tua dan sebagainya,”keluhnya lagi.(Humas/LSIK Unmuh Babel).

No Comments

Add your review

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.