Enter your keyword

post

Rektor Unmuh : Janji Pemerintah Soal Vaksinasi Bagi Peserta Didik, Lebih Urgen Dari Seragam

Rektor Unmuh Babel, Fadilah Sabri,S.T.M.eng menyebut bahwa substansi yang terpenting saat ini adalah bagaimana membangun kualitas pendidikan yang berkesesuaian dengan undang-undang, berorientasi membangun kehidupan bangsa yang mempunyai arah berakhlakul karimah.

Sehingga tokoh dunia pendidikan Bangka Belitung ini mengaku tak perlu meributkan dan terlalu membesar-besarkan masalah, termasuk perihal seragam sesuai agama yang saat ini kembali diviralkan oleh Kementerian Pendidikan Kebudayaan Republik Indonesia (Kemendikbud). Isu lama ini terlebih kembali lagi santer, setelah adanya seorang non muslim siswa di Sumatera Barat yang harus mengikuti aturan sekolahnya menggenakan hijab.

“ Isu siswa di sekolah harus menggunakan seragam sesuai dengan keyakinannya merupakan “mainan” lama, ini isu yang lama dan sudah basi untuk di bahas. Karena ketika dulu pun saya ikut andil dalam menggerakkan praja guru-guru untuk menyegerakan diterbitkannya Undang-Undang Sisdiknas No.20 Tahun 2003. Makanya di dalam undang-undang ini pun semuanya sudah sangat jelas aturan-aturan mainnya,”sebut tokoh pendidikan Babel yang satu ini.

Karenanya untuk masalah seragam ini, semestinya tidak perlu sampai “menekan” masyarakat terlebih dengan terbitnya senjata Surat Keputusan Bersama (SKB). Sebab dengan sikap pemerintah termasuk Kemendikbud seperti ini justeru akan menunjukan kepada rakyat bahwa seakan-akan tidak ada pekerjaan lain yang lebih penting.

Persoalan dunia terlebih Indonesia yang tak kalah penting saat ini dan sangat membuat perihatin, yakni menyangkut nasip anak-anak bangsa yang sampai sekarang sudah tidak bisa sekolah. Sebab itu, apalah artinya bicara seragam, kalau anak-anaknya saja juga tidak ke sekolah.

Semestinya yang harus diperhatikan adalah bagaimana dampak dari anak-anak bangsa yang sudah tahun lebih ini tidak mengenyam pendidikan tatap muka. Sebab hal ini akan berdampak besar terhadap pertumbuhan kualitas pendidikan bangsa ini.

”Saya yakin kalau saja di survei semuanya, maka semuanya juga akan jenuh dengan kondisi sekarang ini, akibat pandemi covid-19, sebab banyak lah mudaratnya.Makanya sekali lagi berkenaana dengan SKB seragam tadi, saya yakin teman-teman di penggiat pendidikan sebenarnya juga tidak begitu menanggapi , sebab hal ini sudah pernah disinggung, dibahas termasuk di parlement sudah dilakukan pembahasan berkali kali,”sebutnya lagi.

Lagipula, kata Fadilah Sabri terkait hal semacam ini untuk di Muhammadiyah justeru sudah khatam. Contohnya meskipun di kampus-kampus Muhammadiyah termasuk di Unmuh Babel saat ini memiliki mahasiswa yang non muslim.

Namun kepada sang mahasiswa bersangkutan, hanya di di dorong menggunakan pakaian yang pantas, bukan rok mini dan sebagainya, walaupun kontennya mereka tidak menggunakan jilbab, sebagaimana yang di berlakukan untuk mahasiswa muslim. Karena sebenarnya setiap orang punya tingkat kesadarannya sendiri, sehingga masyarakat pun tidak perlu ditekankan dengan SKB dan semacam itu.

“Saya sangat berharap agar anak-anak ini segera saja sekolah dan melaksanakan tatap muka. Karenanya sekarang kalau mau tatap muka, maka yang perlu lebih dipikirkan adalah vaksinasi untuk pencegahan dan kekebalan dari penularan covid-19 tersebut. Tapi mana janji pemerintah, katanya mau ada vaksin yang sudah disebarkan ke masyarakat, karena yang wajib di urus ini adalah bagaimana vaksinisasi tersebut dan efektivitasnya kepada anak didik. Konsentrasi kepada hal ini akan lebih banyak faedahnya,”tambahnya.

Fadilah Sabri mengaku yakin bahwa kalangan pemerintah di tingkat daerah akan mampu dan cerdas dalam menanggapi kebijakan ini. Karena memang sudah seharusnya seorang pemimpin memiliki kewibawaan dan lebih bijaksana dalam memahami hal-hal seperti ini.

” Tidak bisa hal yang menyangkut hajat hidup orang banyak ini di putuskan dalam waktu singkat atau terburu-buru. Sebab selama ini di Babel pun ini tidak ada masalah kok untuk masalah seragam semacam ini, apakah nasionalimse kita hilang karena tidak pakai seragam , padahal justeru dengan pemaksaan semacam ini nantinya akan menambah masalah, karena tidak bisa begitu saja memaksa keinginan kepada masyarakat,”tambah dosen ilmu teknik sipil ini.(Humas/Unmuh Babel).

No Comments

Add your review

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.