Enter your keyword

post

Rektor UNMUH Babel “Tukang Ngulon” Nobar Film Jejak 2 Ulama

Universitas Muhammadiyah (UNMUH) Bangka Belitung menggelar acara nonton bareng Film Jejak 2 Ulama di Aula Lantai 4 Gedung Rektorat Universitas Muhammadiyah (UNMUH) Bangka Belitung, Kamis (24/12).

Rektor Unmuh Babel, Ustad Fadilah Sabri, ST.M.Eng didampingi Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan, Alumni , AIK dan Sistem Informasi Universitas Muhammadiyah Bangka Belitung, Gatot Aprianto menyebut bahwa film ini dilaunching oleh Lembaga Seni Budaya dan Olahraga (LSBO) Pimpinan Pusat Muhammadiyah bekerjasama dengan LSBO Pimpinan Wilayah Muhammadiyah(PWM) Bangka Belitung.

“Jadi memang acara nobar ini kita instruksikan ke seluruh warga kampus, AUM maupun Ortom Muhammadiyah se Bangka Belitung, agar wajib menonton film ini, karena film ini banyak sekali mengandung pesan dan hikmah yang bisa kita petik dan di realisasikan dalam kita menjalani kehidupan sehari-hari terlebih dalam perjuangan dakwah membela agama Alloh SWT,”ujar Fadilah Sabri yang menonton film ini disesi ketiga atau pukul 13.00 wib ini sekaligus di dampingi sang istri tercinta, Dr. Reniati, S.E., M.Si beserta putra-putrinya.

Yang menarik kata Rektor UNMUH Babel, film nobar film Jejak 2 Ulama ini juga disambut sangat antuasias oleh kader-kader persyarikatan Muhammadiyah maupun masyarakat di kalangan Nahdhatul Ulama (NU).

Sebab memang dalam film Jejak 2 Ulama ini memang menceritakan tentang perjuangan 2 ulama besar Yakni KH.Ahmad Dahlan mendirikan organisasi terbesar di Indonesia yakni Muhammadiyah yakni pada 18 November 1912 di Yogyakarta sedangkan NU resmi berdiri pada 31 Januari 1926 di Surabaya oleh K.H. Hasyim Asy’ari.

KH.Hasyim Asy`ri bersahabat dengan KH.Ahmad Dahlan dalam satu tujuan yakni menenggakkan syiar agama Alloh SWT, Islam Rahmatanlil Alamin, meski pun keduanya mengemas cara dakwahnya yang masing-masing berbeda.

“Dalam nobar ini sesuai dengan surat instruksi rektor, maka seluruh mahasiswa, dosen dan pegawai UNMUH Babel khususnya di wajibkanya menonton dan mengambil hikmat dari pemutaran film ini masyarakat NU dan Muhammadiyah dan antusias,”ujar Rektor UNMUH Babel ini penuh semangat.

Perjuangan istiqomah kedua tokoh ulama besar di Indonesia ini untuk meneggakkan kalimah Alloh SWT sampai hari ini menjadi sangat penting untuk di ikuti dan di praktekkan oleh seluruh kader Muhammadiyah maupun NU khususnya di Bangka Belitung. Kedua ulama besar ini juga mengajarkan pentingnya menghargai perbedaan, tetapi selalu istiqomah di dalam perjuangan menegakkan dakwah Islam.

“Beda organisasi boleh saja, tetapi ruh sama yakni sama untuk syiar Islam yang lebih baik . Karenanya sekali lagi film ini syarat makna dan mengajak kita untuk terus mempersatukan umat, saling menguatkan antar kaum muslimin berdasarkan Al-Qur`an dan Hadist,”dorong ustad Fadilah Sabri yang juga kenal sebagai Ustad Tukang Ngulon ini.

Ketua LSBO Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Bangka Belitung, Sukma Wijaya menyebut, bahwa Sesi nonton bareng Film Jejak 2 Ulama yang diselanggarakan UNMUH Babel ini, sudah di penuhi oleh para penikmatnya. Karena Nobar ini di bagi dalam sesi 1 – sesi 4 yakni mulai sejak pukul 08.00 wib sampai 16.00 wib. Tim panitia Nobar Film Jejak 2 Ulama menyiapkan sebanyak 1000 tiket sedangkan untuk seluruh Bangka Belitung disiapkan tiket nonton 4500 tiket.

“ Kami tidak hanya akan melaksanakan nobar di Kampus UNMUH Babel, tetapi juga akan menggelar roadshow di berbagai kabupaten/kota se Bangka Belitung, karena memang film ini sangat bagus, penuh makna dalam mengajak kita seluruh umat muslim mau dia Muhammadiyah maupun NU untuk senantiasa menjaga nilai persatuan dan kesatuan, jangan sampai terpecah belah.Hal ini jelas sekali di ajarkan oleh KH.Ahmad Dahlan Pendiri Muhammadiyah dan juga KH.Hasyim As-Asy`ari,”tambah Sukma.(Humas/UNMUH Babel)

No Comments

Add your review

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.