Enter your keyword

post

Rektor Unmuh Babel : Isra Mi`raj Ajarkan Dimensi Spiritual dan Dimensi Sosial Yang Dahsyat

Rektor Universitas Muhammadiyah (Unmuh) Bangka Belitung, Fadillah Sabri,S.T., M.Eng yang juga sekaligus seorang mubalig Bangka Belitung, mengajak semua umat muslim khususnya keluarga besar Unmuh Babel untuk mempedomani peristiwa Isra Mi`raj yang di jalani oleh Rosullulah S.A.W, dengan terus berupaya meningkatkan ketaqwaan kepada Alloh SWT melalui ibadah wajib sholat 5 waktu maupun ibadah-ibadah Sunnah lainnya yang di contohkan oleh baginda nabi Muhammad Rosullulah S.A.W.

Menurut Ustad Fadillah Sabri, melalui peristiwa Isra Mi`raj, sesungguhnya Alloh SWT Yang Maha Cerdas,juga hendak memberikan pembelajaran kepada umat manusia, melalui kekasihnya Muhammad Rasullulah SAW . Sebab semua dimensi dalam kehidupan dunia ini masuk dan ada di peristiwa Isra Mi`raj, termasuk dimensi Sains dan Teknologi. Ini di buktikan bagaimana Rasullulah SAW, hanya dalam 1 malam dengan waktu kurang lebih 8 jam, mampu melakukan suatu perjalanan yang panjang sampai ke Arsy Alloh SWT. Ini tentu jika secara nalar pikiran manusia, maka hal ini tidaklah mungkin.

“Tetapi dengan teknologi modern sekarang paling tidak manusia di era sudah bisa melakukan pendekatan pengukuran peristiwa tersebut,”ujar Fadillah Sabri disela-sela acara Pengajian Rutin Jumat Sore (PESAT) yang dilaksanakan oleh Lembaga Studi Islam dan Kemuhammadiyahan (LSIK) Unmuh Babel , Jumat (12/03). Peristiwa Isra Mi`raj menandakan datangnya perintah sholat dari Alloh SWT.
Sholat merupakan ibadah wajib bagi umat muslim untuk semata-mata menyembah Alloh SWT. Sebab sholat itu menjadi tolak ukur, seseorang itu kedekatannya kepada ROBnya. “Mi`raj juga merupakan perjalanan dari bumi ke langit yang dilakukan oleh Rosullulah SAW atas perintah Alloh SWT.

“Ini juga merupakan perjalanan vertikal kita, spiritualitas kita, maka Mi`raj ini adalah bagaimana upaya kita untuk meninggikan derajat kita, ya tentu lebih dulu harus dilakukan lewat mendekatkan diri kita kepada Alloh SWT yakni, melalui sholat,”ujarnya disela-sela mengisi acara Pengajian Rutin Jum`at Sore, Jumat (12/03) bersama dosen dan tenaga kependidikan di lingkungan Kampus Unmuh Babel.

Oleh karena itu sekali lagi ini merupakan dimensi spiritual sekaligus dimensi sosial yang sangat dahsyat sekali. Dalam Al-Qur’an itu nyatanya ayat sholat juga sering kali dikaitkan dengan perintah zakat. Ini mengartikan bahwa sholat tanpa zakat tidak bisa, karena zakat inilah yang berfungsi untuk membangun solidaritas sosial.

Ia juga mengajak kepada semua untuk terus menjadi pribadi-pribadi yang dalam setiap aktivitasnya selalu menghadirkan Alloh SWT. Sebab dengan menghadirkan Alloh, maka Alloh SWT juga akan menggerakkan semua aktivitas kerja hambanya tersebut. Sebab janji Alloh itu adalah Pasti, sebagaimana firmanNya di dalam Al-Qur`an Surah Hud (ayat 1 – ayat 6). Bahwasannya Alloh SWT adalah penjamin rezeki setiap mahkhluknya, baik manusia, hewan maupun tumbuhan.

“Dan dengan senantiasa menjaga ini semua, maka mudah-mudahan kita semua pun senantiasa mampu untuk memahami menjemput rezeki dalam keberkahan yang di rhidoi oleh Alloh SWT,”harap ustad Fadillah lagi.(Humas/Unmuh Babel).

No Comments

Add your review

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.