Enter your keyword

post

Rektor : Merdeka Belajar, Kampus Merdeka, Sesuai 5 Nilai Dasar Keunggulan Unmuh Babel

PANGKALANBARU – Lokakarya Penyusunan Kurikulum Merdeka Belajar, Kampus Merdeka Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Muhammadiyah (Unmuh) Bangka Belitung dan Fakultas Teknik Sipil dan Sains (FTS) Tahun Akademik 2021/2022 telah mulai dilaksanakan, Sabtu (07/08/2021). Kegiatan ini buka langsung oleh Rektor Universitas Muhammadiyah Bangka Belitung, Fadillah Sabri,S.T.,M.Eng.

Rektor Unmuh Babel ini menilai, bahwa dalam proses kegiatan penyusunan sebuah kurikulum memang tidaklah sederhana dan tidak mudah, karena harus menyesuaikan dengan harapan dan bisa mengakomodir banyak keinginan dari para pihak mulai dari keinginan pemerintah nasional maupun visi-misi dari kampusnya itu sendiri. Penyusunan kurikulum ini memang sangatlah penting dilaksanakan dan wajib hukumnya bagi semua program studi yang ada di satuan pendidikan termasuk perguruan tinggi Unmuh Babel.

“Ini juga merupakan salah satu bagian dari tahapan di dalam proses peningkatan akreditasi perguruan tinggi, karena nantinya pasti akan di tanya bagaimana proses penyusunan kurikulum, apakah melibatkan banyak pihak dan sebagainya, sudah sejalankah dengan program pemerintah. Kampus Unmuh Babel wajib mendukung program pemerintah terutama untuk pelaksanaan program merdeka belajar, kampus merdeka,”tambah dosen Ilmu Teknik Sipil ini.

Ia menilai bahwa kebijakan program merdeka belajar, kampus merdeka sudah sejalan dengan era kekinian. Terlebih juga bagi Unmuh Babel yang juga selalu komitmen melaksanakan seluruh proses pelaksanaan aktivitas pendidikan di Kampus dengan 5 nilai-nilai dasar Keunggulan Unmuh Babel yakni, Keislaman, Keindonesian, Kekinian, Kedisinian dan Kemasadepanan.

Dengan program merdeka belajar, kampus merdeka, maka masyarakat ataupun mahasiswa tidak lagi dapat di doktrin hanya dengan satu pemikiran saja, tetapi mahasiswa juga diberikan kebebasan untuk mengambil mata kuliah di prodi yang berbeda di kampusnya sendiri maupun di kampus yang berbeda. ”Sehingga linearitas ilmu itu, tidak untuk menjust orang juga harus linear, sebab yang namanya ilmu itu kan terpadu,”sebutnya.

Ia menyebut dengan ilmu terpadu itulah sehingga segala macam aspek di dalam kehidupan ini wajib dipahami oleh manusia, baik itu terkait ilmu wajib maupun ilmu-ilmu sunnah. Dengan konsep merdeka belajar, kampus merdeka tidak berati bisa mengabaikan nilai-nilai etika dan nilai-nilai keadaban, justeru nilai-nilai agama harus makin lebih banyak masuk di dalamnya.

“Sebab, dalam artian merdeka ini, bukan pula sebebas-bebasnya, sekuler ataupun seperti negara-negara yang bebas tanpa budaya, tapi justeru nilai kebudayaan itu tetap harus dimasukan dan mampu dipahami dengan sebaik-baiknya,”tambahnya.(Humas/Unmuh Babel).

No Comments

Add your review

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.