Enter your keyword

post

Rangkaian Milad 109 Muhammadiyah di Bangka Selatan, Spirit Kader Muda IDAMAN

BANGKA SELATAN – Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Bangka Belitung, Sabtu(13/11/2021) bertempat di Gedung Laboratorium Seni Budaya SMA Muhammadiyah Toboali Kabupaten Bangka Selatan, sukses menyelenggarakan Silaturahim dan Pembinaan PWM Bangka Belitung Dengan Keluarga Besar Muhammadiyah Bangka Selatan.

Ketua Pimpinan Daerah (PDM) Bangka Selatan,H.Sumadi menyampaikan terimakasih atas kunjungan crew PWM Bangka Belitung kepada pihaknya. Apalagi acara ini juga sengaja disemarakkan dengan kehadiran seluruh jajaran Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Bangka Belitung, Pimpinan Wilayah Aisyiyah (PWA) Bangka Belitung, jajaran Pimpinan Daerah Muhammadiyah Bangka Selatan (PDM), Pimpinan Daerah Aisyiyah (PDA) Majelis, Ortom Muhammadiyah Babel dan di lingkungan Muhammadiyah Bangka Selatan.

” Semoga melalui silaturahim ini akan semakin menguatkan eksistensi perjuangan dakwah persyarikatan Muhammadiyah di Bumi Junjung Besaoh.Bahkan kami semakin optimis bahwa kontribusi keluarga besar Muhammadiyah Bangka Selatan nantinya akan semakin nyata dengan berdiri dan beroperasinya Klinik Pratama Muhammadiyah Bangka Selatan,”ujarnya optimis seraya mengamini.

Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Babel H.Sahirman Jumli dalam tausiahnya menyampaikan apresiasi kepada PDM Bangka Selatan yang begitu bersemangat dalam mensukseskan terselenggarannya kegiatan ini yang juga menjadi sebagai perekat silaturahim, dakwah Islamiyah sekaligus pembinaan di lingkungan persyaraikatan Muhammadiyah sekaligus menjadi rangkaian dalam Milad ke-109 tahun yang jatuh pada 18 November 2021. Dan puncaknya akan digelar di Belitung di akhir November 2021.

Ia mengajak kepada seluruh umat Islam khususnya para kader Muhammadiyah untuk memberikan bukti cinta dan perjuangannya dalam meneggakkan syiar Islam. Karena di tengah era globalisasi ini para kader juga dituntut untuk senantiasa antisipatif terhadap pihak-pihak yang ingin merubah pola pikir atau mengaburkan umat dalam memahami Islam.

Upaya-upaya untuk menggaburkan pemahaman umat tentang Islam ini sengaja dibungkus secara modern dan berpandangan dengan toleransi yang berlebih-lebihan bahkan hingga merendahkan agama.

Bungkusan modernisasi dan toleransi berlebih-lebihan tersebut dilakukan sebagai jalan untuk menggaburkan pemahaman umat tentang Islam.Karena musuh Islam tersebut paham bahwa tidak mungkin Islam apalagi menghapus Al-Qur`an di muka bumi ini.

Para kader persyarikatan sangat penting terus meningkatkan kapasitas dan intelektualitas dirinya termasuk dalam memahami kiat-kiat musuh yang terus berupaya untuk menghancurkan pemahaman umat Islam tentang agamanya sendiri.

Karena kader Muhammadiyah adalah kader ulama, cerdas dalam kesolehan yang mampu untuk menghormati pentingnya menjaga nilai-nilai toleransi kepada sesama dalam lintas perbedaan agama dan suku, tetapi ia juga tetap istiqomah dalam menegakkan syiar Islam sesuai dengan eksistensi dan jatidiri Islam yang sesuai Al-Qur`an dan As-Sunnah.

Seorang kader persyarikatan sejati akan senantiasa mampu dan cerdas dalam menempatkan dirinya terhadap nilai toleransi, mampu memberikan manfaat bagi sesama, tetapi juga akan senantiasa menjaga nilai-nilai tersebut sesuai dengan jalur aturan Muhammadiyah dan di syariatkan dalam Islam.

“Mari terus tingkatkan kesolehan dan keulamaan kita, karena ini sangat penting supaya kita punya makin mampu punya keteguhan perjuangan yang mantap dan mampu mewarnai organisasi besar ini bukan di warnai. Jadilah kader fisabillah yang unggul, sehingga semoga kader persyarikatan Muhammadiyah seperti ini juga akan mendapatkan keberkahan dan ridho Alloh SWT,”tambahnya mengamini.

Sekretaris Umum Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Bangka Belitung yang juga sekaligus Rektor Unmuh Babel, Fadillah Sabri juga mengajak peran pemuda Muhammadiyah sebagai garda terdepan dalam meneruskan perjuangan Islam dan persyarikatan Muhammadiyah terlebih diera globalisasi seperti saat ini. Oleh karenanya sebagai garda terdepan, maka kader muda juga harus memiliki kekuatan dan pikiran sebagai penyeimbang dan penerus perjuangan dakwah syiar Islam dari generasi sebelumnya.

Ia juga mendorong seorang kader persyarikatan untuk mampu menjadikan Muhammadiyah sebagai gerakan dan dakwah Islam yang juga sekaligus akan memberikan perlawanannya melalui gagasan dan pikran yang jernih, cerdas dalam kesolehan iman dan taqwa.

“Muatan penting dari silaurahim dengan PDM Bangka Selatan ini juga adalah strategi penguatan dakwah, langkah dalam terus memotivasi kader-kader penerus Muhammadiyah Bangka Belitung agar mampu menegakkan dakwah tersebut secara benar sesuai ketentuan Al-Qur`an dan Al Hadist, karena dakwah Muhammadiyah adalah dakwah strategi dalam menegakkan Amar Ma`ruf Nahi Mungkar Yang diRhidoi Alloh SWT,”dorong salah satu tokoh senior dalam dunia pendidikan di Bangka Belitung ini.

Pria yang juga Mubalig Bangka Belitung ini, menyebut bahwa seorang kader muda Muhammadiyah harus menjadi kader idaman yang dapat dicirikan dari sikap hidupnya yang mandiri, rendah hati, tangguh, tegar, optimis, prima dan percaya diri, berilmu, menguasai teknologi di bidangnya, selalu ingin berkarya dan menghasilkan prestasi terkait, peduli dan peka pada lingkungannya.

“Untuk itu sekali lagi,semoga melalui silaturahim dan semangat refleksi Milad Muhammadiyah 109 tahun ini, kita juga akan semakin termotivasi untuk menjadi kader yang mampu melakukan perubahan, sehingga akan terus bertumbuh tunas-tunas muda persyarikatan yang mampu memberikan kontribusi terbaiknya bagi umat, bangsa dan negara semakin berkemajuan dan tercerahkan,”tambahnya.(Humas/Unmuh Babel).

No Comments

Add your review

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.