Enter your keyword

post

PPPPTK IPA Dengan Dikdasmen PP Muhammadiyah

PPPPTK IPA Dengan Dikdasmen PP Muhammadiyah

Gelar Bimtek Kompetensi Guru IPA Termasuk di Babel

PANGKALPINANG –  Sekretaris Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM)  Bangka Belitung yang sekaligus Rektor UNMUH Babel, Fadilah Sabri, Selasa (17/11)  membuka secara resmi Bimbingan Teknis Peningkatan Kompetensi Guru IPA Kerjasama Pusat Pengembangan dan Pemberdayaan Pendidik dan Tenaga Kependidikan Ilmu Pengetahuan Alam (PPPPTK IPA) Dengan Majelis Pendidikan Dasar dan Menengah Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah.  Bimtek ini akan berlangsung dari  17 – 20 November 2020.

Fadilah Sabri, mengaku bersyukur sekaligus menyambut baik, karena Bangka Belitung termasuk salah satu yang diberikan kesempatan oleh Pusat Pengembangan dan Pemberdayaan Pendidik dan Tenaga Kependidikan Ilmu Pengetahuan Alam (PPPPTK IPA) Dengan Majelis Pendidikan Dasar dan Menengah (Dikdasmen)  Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah untuk melaksanakan kegiatan Bimtek ini. Karena Bimtek yang di ikuti sebanyak 20 orang guru dan tenaga pendidik  dari perwakilan 5 Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) se Pulau Bangka. Akan sangat bermanfaat dalam rangka memberikan penguatan dan peningkatan kompetensi para pendidik dan tenaga kependidikan IPA.

Melalui kegiatan Bimtek ini di harapkan akan semakin memberikan penguatan bagi para guru Muhammadiyah bidang pendidikan IPA khususnya  di era pandemi covid-19,  yang juga berhubungan dengan Kampus Merdeka , Merdeka Belajar.”Karenanya saya menyambut baik atas terselenggarannya kegiatan Bimtek ini, apalagi  dari  Majelis Pendidikan Dasar dan Menengah Pimpinan Pusat (PP) bersama Kemendikbud juga siap memberikan lebih banyak lagi tambahan ilmu yang sangat bermanfaat bagi guru-guru kita, yakin semakin terbuka dan luas wawasannya ,”ujarnya.

Dengan semakin banyak Bimtek yang dilaksanakan dan di ikuti para guru Muhammadiyah, maka tentu akan semakin bagus untuk organisasi besar ini untuk terus mampu melahirkan dan menumbuhkanguru-guru IPA yang  memiliki komitmen terhadap persyarikatan , memberikan loyalitas terbaik, bahwa mereka harus menjadi guru Muhammadiyah dan tidak sekedar guru di Muhammadiyah.

Para guru Muhammadiyah itu memang di tuntut untuk terus memiliki kemampuan akademik , sebab kompetensi akademik dan kompetensi  intelektual itu merupakan  ciri dari kader Muhammadiyah, oleh karenanya guru-guru Muhammadiyah harus punya kemampuan yang lebih  besar  dalam hal intelektualitas dan  akademik, supaya hasilnya pun akan lahir pelajar yang juga memiliki kompetensi  akademik dan intelektualitas,”tambahnya.

“Harapan saya guru-guru Muhammadiyah itu  betu-betul mampu menjadi guru Muhammadiyah , sebab sekali lagi, pasti akan berbeda antara guru Muhammadiyah dengan guru di Muhammadiyah. Seorang guru Muhammadiyah meskipun dia tidak mengajar  di perguruan Muhammadiyah, tetapi dia  tetap akan mampu membawa misi Muhammadiyah sedangkan guru di Muhammadiyah tentunya dia  hanya sekedar mengajar atau kerja di Muhammadiyah.

Sementara itu, Maulana Ishak selaku  Wakil Sekretaris  Majelis Pendidikan Dasar  dan Menengah (Dikdasmen) Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah  mengaku juga menyambut baik atas terselenggaranya kegiatan bimtek  ini, karena ini adalah salah satu fokus di dalam memajukan pendidikan Muhammadiyah ke depan yang dilakukan oleh dengan mengedepankan basis pendidikan agama dan akhlakul karimah yang di sesuaikan dengan kebutuhan zaman dan tidak cenderung monoton. Hal ini akan di isi dengan inovasi –inovasi pendidikan Islam Modern namun tetap mengedepankan nilai-nilai yang berbeda dengan konsep pendidikan umum, yakni menumbuhkan pemahaman Keislaman sesuai dengan perintah Alloh SWT melalui Rosullah Muhammad, S.A.W.

” Basis  gerakan pendidikan Muhammadiyah modern yang kita maksudkan disini adalah  wajib patuh pada tuntunan Al Islam  dan Kemuhammadiyahan (Ismuba), yang juga sudah diterapkan sebagai materi wajib di semua sekolah Muhammadiyah. Melalui Ismuba ini lah langkah kita untuk terus  menanamkan dan memupuk nilai-nilai agama yang sesuai dengan tuntutan syariat Islam yang  perintahkan Alloh SWT melalui Rosullulah SAW,”ujarnya.

Konsep pendidikan Ismuba juga tidak berati menjadi media pembelajaran yang monoton , tetapi juga tetap  di rangkaian dengan berbagai inovasi seperti ekstrakulikuler, sehingga di sekolah Muhammadiyah itu pasti selalu akan ada berbagai  kegiatan yakni seperti  pencak silat dari ortom Tapak Suci Putera Muhammadiyah (TSPM), Hizbulwaton, Ikatan Pelajar Muhammadiyah (IPM) , Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM).”Intinya kita akan terus komit dan terus bergerak  dalam membangun  kompetensi-kompetensi sumber daya manusia generasi Islam yang mencerdaskan dan mencerahkan  sejak usia dini, sebagai bekal untuk semakin taat kepada perintah Alloh SWT,”dorongnya.(liya)

No Comments

Add your review

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.