Enter your keyword

post

Melalui Momen HGN 2021, Rektor Unmuh Dorong, Jadi Dosen dan Tendik Kreatif, Kritis, Kompetitif dan Kooperatif

PANGKALANBARU- Keluarga Besar Sivitas Universitas Muhammadiyah Bangka Belitung, melaksanakan Upacara Peringatan Hari Guru Nasional (HGN) dan Hari Ulang Tahun Persatuan Guru Seluruh Indonesia (PGRI) ke-76 dengan penuh hikmat dan lancar di Lapangan Bola Mini Kampus Unmuh Babel, Kamis (25/11/2021) pagi.

Rektor Universitas Muhammadiyah Bangka Belitung, Fadillah Sabri,S.T.,M.Eng bertindak sebagai Inspektur Upacara Peringatan HGN dan PGRI tahun 2021, dalam amanahnya, mengajak seluruh civitas Unmuh Babel.Yakni dosen, tenaga pendidik dan mahasiswa untuk mampu mendedikasikan diri sebagai manusia-manusia unggul yang mampu membangun peradaban di Republik Indonesia ini khususnya perdaban di Babel ini.

Ia juga mengajak para dosen dan mahasiswa seluruhnya untuk mengambil pelajaran positif dari sikap seorang Kaisar Jepang Hirohito yang pada saat Kota Hirosima dan Nagasaki luluh lantah di Bom Atom oleh sekutu pada akhir Perang Dunia II Tahun 1945 , tetapi sang kaisar justeru, ia tidak pernah menanyakan berapa orang yang menjadi korban, tetapi yang dia tanyakan adalah berapa orang guru di Jepang yang masih hidup.

Hirohito adalah orang yang berwawasan luas dan paham bahwa melalui guru lah akan lahir sumber daya-sumber daya manusia hebat Jepang yang mampu membawa Jepang bangkit kembali, dan akhirnya sang Kaisar mampu membuktikan akibat sikap dan perbuatannya tersebut, hingga hari ini Jepang tak hanya mampu bangkit tetapi berubah menjadi negara yang sangat maju dengan kecanggihan teknologi disegani di seluruh dunia.

Kisah Hirohito mampu menginspirasi bagi semua orang, bahwa tanpa jasa seorang guru, maka mustahil untuk membangun peradaban. Hirohito membuktikan bahwa Jepang yang mampu bangkit cepat dan menguasai teknologi di seluruh dunia, karena penghargaannya dan kepeduliannya yang besar kepada guru.Bahkan karya-karya orang Jepang tersebut hingga hari ini, justeru ada di setiap rumah kehidupan masyarakat Indonesia mulai dari produk mobil, motor, perabotan rumah tangga dan sebagainya.

Pria yang sudah 30 tahun mengabdikan dirinya sebagai guru, juga berharap momentum HGN dan PGRI ke-76 ini akan lebih membuka mata semua anak bangsa ini untuk lebih memuliakan dan menghargai jasa seorang guru.

”Kita sedih ketika ada seorang guru dihina oleh muridnya, bahkan dilaporkan ke polisi, hanya karena menjewer telinga siswanya dan melakukan sedikit proses pembelajaran.Makanya melalui momentum yang sangat luhur ini, mari kita memuliakan seorang guru,”ajaknya.
Tokoh Mubalig Bangka Belitung ini mengajak khususnya kepada seluruh dosen dan tendik Unmuh Babel untuk menjadi dosen atau guru yang berkeunggulan, yang berkemajuan, mampu melahirkan generasi-generasi penerus serta generasi-generasi pelurus.

Ada 4 ciri guru atau dosen berkeunggulan dan berkemajuan.Yakni menjadi seorang guru atau dosen kreatif , yang tidak akan kehabisan ide atau bahan untuk mengajar para siswanya atau anak didiknya. Jadilah dosen yang mampu berfikir kritis dalam segala hal, sehingga dengan kritisannya tersebut akan mampu menghasilkan karya-karya terbaik yang tidak hanya untuk diri sendiri tetapi juga bagi masyarakat luas.

Jadilah dosen yang kompetitif dan unggul di bidangnya masing-masing dan jadilah dosen kooperatif yakni seorang dosen guru yang mampu bekerjasama dengan siapa pun untuk memajukan pendididkan di Unmuh Babel ini dan direpublik ini.

” Saya pesankan bahwa jangan sampai menjadi siswa atau mahasiswa yang durhaka. Karena sejatinya tidak ada mantan dosen, mantan guru apalagi bekas guru. Sebab kemulian seorang guru akan dapat memberikan kemuliaan dalam kehiudpan kita, walaupun kadang kita ini tidak lah secerdas pikiran yang kita inginkan, tetapi kita bisa sukses, juga salah satunya karena doa para dosen, karena doa para guru –guru semuanya, makanya di hari guru yang mulia ini ,mari jadikanklah guru-guru kita sebagai guru teladan bagi kita,”tambahnya.

Untuk itu ia kembali mengajak para dosen, guru atau kaum mualim untuk menjadi teladan.Sebab dosen atau guru teladan tidak hanya dicintai oleh mahasiswanya tetapi juga seluruh mahkluk langit dan bumi. Maka yakinlah apabila seorang guru memiliki keimanan, maka sebagaimana salah satu hadist rosullah SAW yang diriwayatkan oleh Tarmizi “muliakan guru, karena mereka itu dimuliakan oleh seluruh makhluk semesta ini”. Sehingga jaminannya bagi seorang guru , kelak akan dikumpulkan bersama-sama dengan orang soleh di kehidupan akhirat nanti.

“Jadilah guru bagi diri sendiri, bagi keluarga, bagi mahasiswa, jadilah guru yang mencerahkan dan berkemajuan. Maka InshAlloh rezeki kita pun dijamin oleh Alloh SWT,”ajaknya.

Ia mengajak para dosen dan tenaga kependidikan di Unmuh Babel, untuk senantiasa memahami bahwa mendidik itu tidak hanya sekedar memberikan pengetahuan atau menanamkan pengetahuan dalam pikiran anak didik kita , tetapi mendidik sejatinya adalah menumbuhkan, menyemaikan dan menyuburkan nilai-nilai spiritualitas di dalam hati anak-anak umat dan bangsa ini.

“Mendidik itu sesungguhnya adalah menyemai nilai-nilai Ketuhanan dalam hati peserta didik dan menumbuhkan kemampuan menalar bagi pikiran anak didik kita. Sebab guru, dosen yang agung bukanlah mereka yang mampu menyelesaikan seluruh permasalahan mahasiswnaya tetapi mereka yang agung adalah yang mampu menginspirasi dan motivasi para siswa atau mahasiswanya ,sehingga mahasiswanya mampu menyelesaikan setiap permasalahan yang dihadapinya,”dorong Sekretaris Umum Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Bangka Belitung ini.

Dekan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Unmuh Babel, Ayen Arsisari,M.Pd juga mengucapkan selamat hari guru nasional 2021, ia berharap melalui momentum yang sangat penting ini, maka akan semakin memotivasi khususnya bagi para dosen di Unmuh Babel untuk terus semangat, menjadi guru yang berkemajuan dan berkeunggulan.Yakni sosok guru atau dosen mampu memberikan dedikasi terbaiknya dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia di Bangka Belitung.

”Harapannya semua peserta didik atau mahasiswa yang kita didik ini mereka tidak hanya cerdas secara intelektualitasnya, tetapi juga berkemajuan dan mencerahkan karena budi dan akhlaknya. Sehingga kelak generasi seperti inilah yang akan terus mampu memberikan kontribusi bagi umat, bangsa dan negara,”harap Ayen.

Ia juga mengapresiasi karena di momentum HGN ini keluarga FKIP Unmuh Babel dari Prodi PGSD dan PJKR bersama-sama dengan seluruh keluarga sivitas Unmuh Babel lainnya dapat melaksanakan Upacara Peringatan HGN dan PGRI ke-76 ini dengan penuh hikmat.

No Comments

Add your review

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.