Enter your keyword

post

KY, Beri Kuliah Umum dan Dorong Unmuh Babel Jadi Mercusuar Pendidikan di Babel

PANGKALPINANG – Ketua Komisi Yudisial Republik Indonesia,Prof.Dr.Mukti Fajar Nur Dewata,S.H.,M.Hum dan Anggota Komisi Yudisial Republik Indonesia, Prof.Amzulian Rifai,S.H.,LLM.,Ph.D memberikan Kuliah Umum Komisi Yudisial Republik Indonesia dengan tema”Peran Komisi Yudisial Dalam Pengawasan dan Advokasi Hakim”.

Kuliah umum ini berlangsung di Audiotorium Lt.4 Gedung Rektorat Universitas Muhammadiyah ( Unmuh) Bangka Belitung, Kamis(09/09/2021) ini juga dihadiri para staekholder dari Pengadilan Agama Babel, Kejaksaaan Tinggi Bangka Belitung, unsur pimpinan dan pengurus Pemuda Muhammadiyah Babel, para dosen, kaprodi, dekan, mahasiswa, tokoh ormas Islam dan aktivis penggiat hukum lainnya.

Kuliah Umum ini dibuka langsung oleh Rektor Unmuh Babel,Fadillah Sabri,S.T.,M.Eng dan di pandu oleh moderator Sukma Wijaya. Dalam sambutannya, Rektor Unmuh Babel, Fadillah Sabri mengaku mengucapkan terimakasih kepada Komisi Yudisial (KY) yang telah memberikan kuliah umum kepada dosen dan mahasiswa Unmuh Babel.

Semua orang, musti paham tentang hukum.Oleh karena itu dengan adanya kegiatan ini, semoga akan memberikan pencerahan kepada dosen dan mahasiswa di Unmuh Babel. Ia juga mengucapkan terimakasih kepada angkatan muda Muhammadiyah yang telah membantu memfasilitasi terselenggaranya kegiatan kuliah umum ini.

Tokoh mubalig Bangka Belitung ini, juga mengaku terinspirasi atas petuah H. Zulkarnain Karim (Alm) mantan walikota Pangkalpinang yang selalu mengajak untuk menjadi orang yang berfikir besar, sebab berfikir besar itu adalah ciri orang yang akan menjadi besar. Karena berfikir besar pula akan mendorong orang bertindak benar bukan bertindak baik, karena orang bertindak baik belum tentu benar , tapi kalau bertindak benar, maka InshAlloh akan ikut menjadi baik.

Sudah berfikir besar dan bertindak benar, maka keyakinan ini, harus pula di tutup dengan sikap berani untuk melakukan suatu perubahan, sebab orang yang tidak berani melakukan perubahan, berarti orang itu juga, tidak berani untuk melangkah dalam hidupnya. Hiduplah beriman, hidup berakal dan matilah beriman untuk kemulian dunia dan akhirat.

“Spirit inilah yang juga kami perkuat ke dalam Unmuh Babel untuk menjadikan kampus ini sebagai kampus yang berkemajuan dan mencerahkan, dan masyarakat pun maju dibuatnya,”ujar rektor.

Ketua Komisi Yudisial Republik Indonesia,Prof.Dr.Mukti Fajar Nur Dewata,S.H.,M.Hum, dalam keynote speakernya, menyambut baik atas terselenggarannya kegiatan kuliah umum ini di Unmuh Babel. Ia mendorong Unmuh Babel untuk terus meningkatkan kapasitasnya menjadi kampus yang mampu berkembang lebih cepat, mengingat pula persaingan di dunia pendidikan yang juga tak kalah cepatnya. Sehingga dibutuhkan semangat dan kerja keras, kerja cepat dan kerja pintar yang lebih baik, supaya Unmuh Babel di masa depan mampu menjadi mercusuar pendidikan khususnya di Bangka Belitung.

Ia kembali menekankan agar Umuh Babel khususnya, jangan sampai lengah, karena pesaing di luaran sana juga tak mungkin mau menunggu, namun mereka akan berlari sangat cepat. Melalui kegiatan kuliah umum ini,Prof.Mukti juga mendorong agar momentum kuliah umum ini juga akan menjadi kesempatan untuk KY dan Unmuh Babel terus meningkatkan kerjasama, saling mensupport tentang pentingnya penegakkan hukum yang adil, profesional dan transparan, sehingga diharapkan aplikasinya akan terus mampu menebarkan kebermanfaatan bagi umat, bangsa dan negara.

Prof.Mukti yang juga anggota Majelis Pendidikan Tinggi Penelitian dan Pengembangan (Diktilitbang) PP Muhammadiyah, juga dalam kesempatan ini, melakukan silaturahim internal dengan para dekan Unmuh Babel serta ortom di lingkungan Muhammadiyah Bangka Belitung.
Demikian halnya dengan Anggota Komisi Yudisial Republik Indonesia, Prof.Amzulian Rifai,S.H.,LLM.,Ph.D , juga mengaku mengapresiasi atas terlaksananya kuliah umum ini, yang juga diharapkan akan terus menambah wawasan bagi seluruh civitas akademika Unmuh Babel dan lebih mengenal komisi yudisial.

Sebab bicara KY ini, artinya bukan hanya untuk kepentingan orang sarjana hukum, tetapi juga menyangkut kepentingan semua . Dan ketika bicara hukum dan peradilan maka berlaku untuk seluruh orang yang hidup di negara ini, terutama pula bagi yang berurusan dengan pengadilan.

“Sebab itu sekali lagi, semua harus tau bahwa di dalam berbagai kasus, upaya terakhir adakah ke Pengadilan. Namun melalui KY ini maka di harapkan pula, supaya semua orang juga bisa yakin bahwa pengadilan pun ada yang mengawasi,”tambah Prof.Amzulian Rifai yang juga mantan Ketua Ombudsman Republik Indonesia Periode 2016 – 2021 ini.

Kegiatan kuliah umum ini juga ditandai n dengan penandatanganan kerjasama atau Memorandum of Understanding (MoU) antara Komisi Yudisial Republik Indonesia dan Universitas Muhammadiyah Bangka Belitung, sekaligus penyerahan cinderamata.(Humas/Unmuh Babel).

No Comments

Add your review

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.