Enter your keyword

post

JERAMBA GANTUNG Oleh Dato’ Akhmad Elvian DPMP Sejarawan dan Budayawan Babel

Jeramba dalam bahasa Melayu adalah sarana penyeberangan yang dibuat merentangi sungai menggunakan tali untuk menggantung titi menghubungkan dua sisi sungai. Dalam istilah Melayu Bangka jeramba disebut juga dengan istilah lain dalam bentuk struktur dan dengan fungsi yang berbeda-beda seperti Titian, Jembatan, Gertak, Limban, Pelimban, Sirat, Keretek, Jejantas, Gelogor, dan Jejambat.

Pada Tahun 1851Masehi, Pemerintah Hindia Belanda mulai membangun jalan raya yang menghubungkan distrik Pangkalpinang dan distrik Merawang sebagai sarana transportasi antar distrik, disamping itu pemerintah Hindia Belanda juga membangun jalan-jalan setapak di kampung kampung dalam Distrik Pangkalpinang. Pada Tahun 1917 Masehi, Pemerintah Hindia Belanda membangun pembangkit listrik di Tanjung Mantung Belinyu untuk menerangi kampung kampung, jalan raya dan parit-parit penambangan Timah.

Selanjutnya pada Tahun 1927 Pemerintah hindia Belanda mulai melakukan mekanisasi dalam penambangan Timah, misalnya dengan menerapkan sistem peleburan Timah menggunakan Oven Berpendingin Air (Oven Vlanderen) yang oleh orang pribumi Bangka disebut dengan Puput. Selanjutnya untuk mengaliri Listrik ke Tambang-tambang Timah dan ke tempat peleburan Timah dengan tekhnologi Oven Berpendingin Air (Oven Vlanderen) serta aliran listrik bagi kebutuhan masyarakat di distrik Pangkalpinang dibangunlah jaringan kabel-kabel udara yang memuat energi listrik tegangan Tinggi dengan tiang- tiang listrik berkaki cukup tinggi sebagai pengaman.

Jaringan listrik dengan kabel-kabel udara tidak dibangun dikiri-kanan jalan raya, akan tetapi dibangun menjauhi jalan raya dan pemukiman penduduk untuk menjaga keselamatan manusia. Jaringan listrik dengan kabel-kabel udara ke distrik Pangkalpinang dari distrik Merawang dibangun dalam jarak sedekat mungkin dan untuk pengaman serta pemeliharaan kabel-kabel udara dan tiang listrik tersebut pemerintah Hindia Belanda harus membangun jalan inspeksi dan jembatan khusus yang melewati rawa-rawa dan sungai.

“Salah satu jembatan yang unik yang didirikan pemerintah Hindia Belanda untuk jalur pengaman kabel-kabel udara dan tiang listrik adalah Jerambah Gantung (berangka Tahun Anno 1938) yang terletak di Aik Kerabut salah satu dari anak sungai Pandek,”tutur pria yang kerap menerima berbagai penghargaan di tingkat nasional maupun internasional ini karena kecintaannya kepada sejarah dan kebudayaan bangsa.

Saat ini pemerintah Kota Pangkalpinang membangun Jembatan Modern di sisi Jeramba Gantung, sebagai sarana transportasi yang menghubungkan Pangkalpinang dengan wilayah Kabupaten Bangka. Jembatan ini dapat memperpendek jarak tempuh ke Kabupaten Bangka dan terutama ke Kampus Universitas Bangka Belitung.

Pembangunan Jembatan Jeramba Gantung yang terletak di Kelurahan Jeramba Gantung adalah salah satu bentuk bagaimana pembangunan kota berdasarkan pada konsep historis dan filosofisnya. Bagaimana kita menghargai Masa Lalu (Honoring The Past) untuk Merayakannya pada Masa Kini (Celebrating The Present) dan untuk Merangkul Masa Depan (Embracing The Future). Lebih iconic lagi jika Jeramba Gantung Tahun 1938 dipugar kembali dan tentu saja akan menjadi salahsatu destinasi wisata Sejarah baru di Kota Pangkalpinang.( Dato’ Akhmad Elvian DPMP/Unmuh Babel)

No Comments

Add your review

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.