Enter your keyword

post

Di Masjid Muhajirin Pangkalpinang, PWM dan PWNU Babel Bersatu, Demi Tegakkan ASWAJA

PANGKALANBARU – Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Bangka Belitung membuka pintu silaturahim kepada keluarga besar Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Bangka Belitung di Masjid Muhajirin Jl.Balai Pangkalpinang, Jum`at (08/10/2021) sore.

Ketua PWNU Bangka Belitung, KH A Ja’far Shidiq di sela-sela kegiatan kemarin menyampaikan bahwa kunjungan yang dilakukan oleh keluarga besar NU kepada PWM Babel adalah dalam rangka untuk memperat ukwah persaudaraan antara 2 (dua) organisasi Islam terbesar Muhammadiyah dan Nahdhatul Ulama.

Muhammadiyah ataupun NU itu satu rumpun, satu guru dan satu Ilmu. Sehingga kalau yang yang tadinya dianggap renggang, maka melalui silaturahim semakin membuktikan bahwa Muhammadiyah dan NU di Provinsi Babel selalu mampu duduk bersama, saling memperkuat sinergitas untuk mewujudkan kehidupan umat dan bangsa ini supaya tetap rukun, damai, tentram, tidak sampai tersesat dan Muhammadiyah maupun NU tetap istiqomah dalam Aqidah Ahlussunnah Wal Jamaah (ASWAJA).

PWNU Bangka Belitung menginginkan agar nilai-nilai persatuan dalam ukwah Islamiyah di Provinsi Bangka Belitung akan terus terjaga. Karena itu PWNU Babel sebagai organisasi Islam juga akan senantiasa istiqomah memperkuat 3 nilai ukhuwah, yaitu ukhuwah Islamiyah (persaudaraan umat Islam), ukhuwah wathaniyah (persaudaraan bangsa), dan ukhuwah basyariyah atau ukhuwah insaniyah. (persaudaraan umat manusia).

”Di tubuh organisasi NU maupun Muhammadiyah pastinya tidak hanya ada orang Bangka Belitung, tetapi kita adalah satu Indonesia, sehingga semua harus bersatu dan saling menjaga kekuatan umat Islam,”ujarnya.

Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Bangka Belitung yang juga sekaligus Ketua Badan Pembina Harian (BPH) Universitas Muhammadiyah (Unmuh) Bangka Belitung, K.H. Drs.Hasan Rumata menyebut bahwa NU dan Muhammadiyah itu adalah simpul-simpul negara sebagai penentu perjalanan bangsa ini.”Maka silaturahim yang kita lakukan ini merupakan kelanjutan dari sejarah kehidupan NU dan Muhammadiyah dari zaman ke zaman. Dan sesungguhnya inilah memang adanya,”sebut Hasan Rumata.

Ia juga menyebut, jika pun ada kalau ada riak gelombang, maka semua itu mertupakan bagian dari kehidupan yang berjalan secara dinamis.Namun Muhammadiyah dan NU tidak akan pernah kata pisah. Sebab pejuang pendiri 2 (dua) oraganisasi ini yakni K.H.Ahmad Dahlan sebagai pendiri Muhammadiyah dan K.H.Hasyim Asyari sebagai pendiri Nahdhatul Ulama (NU) adalah sahabat karib sejak kecil dan satu seperguruan hingga dewasa yang saling satu tekad mempertahankan tanah air dari tangan pejajah, memperbaiki kualitas akhlak masyarakat dan menegakkan agama Alloh SWT di seluruh penjuru bumi nusantara kala itu.

Keduanya menempuh cara dakwah dan kajian pemahamannya masing-masing. Dengan perbedaan tersebut kedua tokoh ini tidak pernah berseteru bahkan tetap menjadi sahabat sejati saling menguatkan semangat perjuangan hingga akhir hayatnya.

“Sehingga karena itu sekali lagi melalui momentum ini Muhammadiyah dan NU, semoga juga akan terus menjadi contoh dan ditiru bagi generasi muda penerus perjuangan umat Islam agar tetap istiqomah menjaga nilai ukhwah silaturahim sebagai ciri sekaligus penguat dan pemersatu umat Islam di muka bimi ini sampai akhir dunia ini,”sebutnya.

Momentum silaturahim antara PWM Babel dan PWNU Babel ini ditandai dengan ceramah agama oleh Ketua PWNU Babel, K.H.Ja`far Siddiq, ngangung bersama, penyerahan cinderamata dan ramah tamah.(Humas/Unmuh Babel).

No Comments

Add your review

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.