Enter your keyword

post

Dari “Belanda” Himaserda Unmuh Babel Dukung Selamatkan Pulau Gelasa

PANGKAPINANG – Pulau Gelasa Desa Batu Beriga Kecamatan Lubuk Besar Kabupaten Bangka Tengah tengah kembali menjadi sorotan setelah terungkapnya kasus penyelundupan sebanyak 2.287 butir telur penyu hijau oleh oknum yang tak bertanggungjawab beberapa waktu lalu. Belum usai kasus tersebut, kini isu bahwa Gelasa akan menjadi salah satu target lokasi pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN) di Bangka Belitung kembali ramai diperbincangkan.

Hal ini pun mendapatkan tanggapan dari sejumlah aktivis penggiat penyelamatan lingkungan di Bangka Belitung seperti Ketua HKm Gempa 01 Munjang Mangrove Desa Kurau Barat, Yasir dalam kesempatan Bekisah Lingkungan Dengan (Belanda) Himpunan Mahasiswa Konservasi Sumberdaya Alam (HIMASERDA) Universitas Muhammadiyah “Mangrove Sebagai Sistem Penyangga Kehidupan Satwa Liar “ Senin malam (20/06/2022) di Secret Coffee Jl.Merdeka Pangkalpinang.

Sejak tahun 2004, Yasir telah merasakan suka duka mengurus Mangrove. Karena itu ia menilai bahwa sangat penting untuk semua pihak untuk menyatukan gerak langkah yang sama atau sepakat untuk menyelamatkan Gelasa dari berbagai bentuk alih fungsi dan pengerusakan. Karena sejatinya Gelasa adalah pulau konservasi.

.”Sehingga kalau nemang semua sepakat, kita tidak ingin gelasa berubah fungsi atau rusak, maka ini harus diperjuangkan bersama mempertahankannya dan jangan dialih fungsikan termasuk menjadi kawasan pembangunan mega project PLTN,”tambah pria Penghargaan Nominasi Kalpataru 2019 tersebut.

Hal yang sama juga disampaikan oleh Ketua Alobi Foundation Bangka Belitung, Langka Sani dalam kesempatan yang sama, berharap pasca terjadinya penyelamatan aksi penyeledupan telur penyu hijau di Pulau Gelasa dan dilanjutkan dengan kembali ditanamnya ribuan telur penyu tersebut ke habitat aslinya oleh Yayasan Penyu Indonesia, Alobi Foundation Bangka Belitung dan Aktivis Perlindungan Penyu Langka Asal Amerika. Dan maunya telur penyu tersebut bisa menetas dan populasinya berkembang lebih banyak.

Ia menilai isu ubah fungsi Kawasan Pulau Gelasa termasuk dengan isu sebagai lokasi pembangunan mega project PLTN tentu saja akan melanggar Undang-Undang No.5 Tahun 1990 tentang Konservasi Sumberdaya Alam Hayati dan Ekosistem. Sehingga ketika bicara ekosistem dan ekosistem tersebut juga rusak atau dialih fungsikn maka artinya undang-undang tersebut otomatis telah berubah tujuan fungsinya dan bahkan disebut gagal.

Oleh sebab itu diharapkan adanya peran pemerintah pusat maupun daerah secara konsisten terhadap program-program penyelamatan sumberdaya alam hayati dan ekosistem termasuk di dalamnya adalah satwa liar.Keberadaan satwa liar dan dilindungi harus berimbang dengan habitatnya dan sebab itu jangan diganggu.

Terkait recana apapun di Kawasan Gelasa ini termasuk pembangunan PLTN dan lainnya, maka sebelum melangkah lebih jauh, tentu alangkah bijaknya harus disosialisasikan terlebih dahulu ,diberikan edukasi dan penegakkan hukum secara profesional dan proporsional.

“Jujur Alobi selama ini juga selalu bersama-sama mendesak pemerintah dan juga para aparatur hukum guna memproses hukum kepada para pelaku kejahatan lingkungan yang terbukti melanggar undang-undang no. 5 tahun 1990 tersebut. Sebab sejatinya tujuan dari sebuah produk undang-undang adalah sebagai wadah pendidikan bagi seluruh element rakyatnya,”ujar Sani.(Himaserda Unmuh Babel).

Ketua Himpunan Mahasiswa Konservasi Sumberdaya Alam (KSDA) Unmuh Babel, Zikri Alamsyah juga mengaku siap mendukung berbagai aksi penyelamatan lingkungan khususnya juga yang dilakukan oleh HKm Gempa 01 Munjang Mangrove Desa Kurau Barat dan Alobi Foundation Bangka Belitung.

”Kami siap menjadi penyebar virus baik demi menjaga kelestarian alam di Bangka Belitung terlebih juga salah satunya adalah Pulau Gelasa yang merupakan kawasan konservasi untuk perlindungan alami habitat penyu hijau, penjaga keseimbangan alam, objek wisata bahari dan wilayah tangkap dan sumber ekonomi nelayan tradisional di seputaran Desa Batu Beriga,”ujar Zikri.

Ia menambahkan Batu Beriga Kecamatan Lubuk Besar Kabupaten Bangka Tengah juga merupakan Kawasan Desa Binaan Universitas Muhammadiyah Bangka Belitung Hingga 2024. Sehingga semua element masyarakat termasuk Himaserda Unmuh Babel juga harus ikut mendukung program ini agar terus berkelanjutan, dalam meningkatkan kualitas masyarakat pesisir ini unggul dan mandiri bersama Unmuh Babel, melalu sector Pendidikan, UMKM dan Kesiagaan Bencana.(Himaserda Unmuh Babel).

No Comments

Add your review

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.