Enter your keyword

post

Tenaga Pendidik dan Kependidikan SD STKIP, Dituntut Tingkatkan Kualitas dan Motivasi Kerja

PANGKALANBARU – Majelis Pendidikan Dasar dan Menengah (Dikdasmen) Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Provinsi Bangka Belitung, Rabu (08/09/2021), sukses melaksanakan Pembinaan Seluruh Tenaga Pendidikan dan Kependidikan di SD STKIP Muhammadiyah Babel.
Hadir dalam kesempatan ini, Rektor Universitas Muhammadiyah Babel, Fadillah Sabri, Wakil Ketua Majelis Dikdasmen Babel Edison Taher dan Sekretaris Dikdasmen PWM Babel Gatot Aprianto.

Edison Taher yang sekaligus membuka langsung kegiatan ini menyampaikan, bahwa kegiatan ini merupakan ajang silaturahim dan untuk menguatkan eksistensi dunia pendidikan khususnya di lingkungan Muhammadiyah Bangka Belitung.

“Harus kita akui bahwa dari 8 standart pendidikan yang ditetapkan pemerintah, kita di Muhammadiyah Babel masih lemah dalam hal ketersediaan tenaga kependidikan maupun sarana prasarananya. Namun kita akan terus berupaya melakukan berbagai perbaikan, sehingga akan mampu memberikan energi dan image positif di mata publik terhadap kualitas pendidikan di Muhammadiyah dari tingkat Paud hingga perguruan tingginya,”tambah Edison Taher.

Sekretaris Dikdasmen PWM Babel, Gatot Aprianto yang juga Wakil Rektor III Unmuh Babel juga mendorong agar keberadaan SD STKIP Muhammadiyah Bangka Belitung yang telah berdiri sejak 2015 ini mampu menguatakan eksistensinya keberadaannya maupun dalam hal kualitas mutu pendidikan.

SD STKIP Muhammadiyah adalah rahmatan lilalamin.Yang mana sejarah berdirinya sekolah ini sangatlah diwarnai latarbelakang yang tidak mudah, terlebih di seputaran Mangkol ini di kelilingi sekolah-sekolah misionaris kristen. “Oleh karena itulah kita perlu sekali untuk menguatkan diri, dan ini semua juga harus dimulai dari kepedulian dan kecintaan para guru dan kita semua terhadap sekolah ini,”dorong Gatot lagi.

Rektor Universitas Muhammadiyah,Fadillah Sabri dalam amanahnya juga menyampaikan bahwa guru adalah profesi yang dimuliakan oleh Islam, karena guru yang sejatinya adalah orang-orang yang senantiasa mengajarkan kebaikan dan mendidik umat dan bangsa, sehingga dipastikan lebih dekat sebagai penghuni surga.

Jadilah Guru Muhammadiyah, Jangan Jadi Guru di Muhammadiyah. Karena guru Muhammadiyah mempunyai tugas yang sangat mulia untuk mendidik umat dan bangsa. Guru Muhammadiyah harus bisa dipegang, dipahami serta diamalkan dan diingat perkataan dan perbuatannya sebagai suri tauladan yang baik di tengah kehidupan umat, bangsa dan negara.

“Republik Indonesia ini sekali lagi sangat membutuhkan guru-guru hebat khususnya pula yang lahir dari lingkungan pendidikan Muhammadiyah, yang mampu menjadi dalang bagi setiap kebaikan dan tidak pernah mati ide demi kemajuan dan mencerahkan kehidupan umat Islam, bangsa dan negara ini,”tambah Sekretaris Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Bangka Belitung ini.

Tokoh mubaliq Bangka Belitung ini juga senantiasa mengajak kepada seluruh warga persyarikatan terutama yang ada di lingkungan pendidikan Muhammadiyah untuk selalu ingatkan akan pesan K.H.Ahmad Dahlan bahwa, warga dan pimpinan, khususnya para guru di lingkungan pendidikan Persyarikatan Muhammadiyah tetap gembira serta mampu menunjukkan pengkhidmatan dan etos kerja tinggi dan mengikuti enam pesan Kyai Dahlan tersebut, yakni “Tidak Menduakan Muhammadiyah dengan organisasi lain, Tidak dendam, tidak marah,dan tidak sakit hati jika dicela dan dikritik; Tidak sombong dan tidak berbesar hati jika menerima pujian, Tidak jubria (ujub, kikir, dan ria), Mengorbankan harta benda, pikiran, dan tenaga dengan hati ikhlas dan murni dan Bersungguh hati terhadap pendirian.”. Muhammadiyah-Aisyiyah sungguh memiliki daya hidup yang luar biasa. Itulah etos dakwah dan tajdid yang lahir dari jiwa Islam berkemajuan.

Kepala Sekolah SD STKIP Muhammadiyah Babel, Fera Anggraini, juga menyampaikan bahwa ini merupakan kegiatan pembinaan seluruh tenaga pendidikan dan kependidikan di SD STKIP Muhammadiyah Babel, dalam rangka untuk meningkatkan kualitas dan motivasi kerja tahun 2021/2022.

“Kegiatan ini memang rutin di laksanakan setiap tahunnya, bahkan ke depan kita agendakan setiap 3 bulan sekali,”sebutnya.
Fera juga berharap dari 33 tenaga tenaga pendidikan dan kependidikan yang mengikuti pembinaan ini dapat semakin menguatkan visi-misi yang sama dalam memajukan sekolah ini, semakin tertanam di hati dan perbuatakan untuk mencintai persyarikatan ini.

“Semoga semakin tertanam pula kesadarannya untuk menjadi orang yang tidak hanya bekerja di Muhammadiyah tetapi bekerja dan berbakti untuk Muhammadiyah. Hidup-hidupilah Muhammadiyah, jangan mencari hidup di Muhammadiyah,”dorong sang kepsek lagi. (Humas/Unmuh Babel).

No Comments

Add your review

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.