Enter your keyword

post

3 Mahasiswa Ikuti Momentum Sumpah Pemuda Nasional, Rektor Ingin Jadi Contoh Pemuda Idaman

PANGKALPINANG – 3 orang mahasiswa Unmuh Babel Sukses mengikuti momentum peringatan hari sumpah pemuda 2021 di tingkat nasional dari tanggal 26 -29 Oktober 2021. Kegiatan ini merupakan agenda nasional sumpah pemuda yang diselenggarakan di Kementerian DikbudRis RI 26 – 29 Oktober 2021.

Rektor Unmuh Babel ,Fadillah Sabri, ST, M.Eng mengaku mengapresiasi atas keterlibatan para mahasiswanya dalam event nasional ini. Karena ia berharap dari kegiatan ini bukan saja untuk menambah pengalaman dan pengetahuan mahasiswa tentang pentingnya memiliki dan memelihara sikap nasionalisme.

Tetapi lebih kepada bagaimana mendalami ilmu yang di dapat agar bisa berbuat lebih baik dalam mendukung percepatan pembangunan dan mempertahankan kedaulatan bangsa ini sesuai dengan bidang masing-masing.”Karena hal inilah yang juga telah menjadi bukti suri tauladan dari para tokoh-tokoh pejuang bangsa ini termasuk melalui sumpah pemuda 28 Oktober 1928,”tambah Rektor.

Rektor Universitas Muhammadiyah (Unmuh) Bangka Belitung, Fadillah Sabri, juga menyebut, makna sumpah pemuda 28 Oktober 1928 sangat besar. Sebab dulu kala, pemuda-pemuda Indonesia telah menyatukan tekad dalam satu sumpah untuk bersama-sama, bersatu, sehingga mampu mendapatkan kemerdekaan dan semakin memupuk rasa rasionalisme yang amat tinggi dan dalam.

“Maka sekarang ini jangan sampai element-element bangsa ini mudah dipecah-pecahkan. Justru ditengah kondisi sekarang ini, semua harus kembali menyemangati diri sebagai anak bangsa, agar punya semangat yang lebih tinggi untuk saling menguatkan indentitas jati diri bangsa ini sebagai tempat kita berpijak dan satu bahasa yang dijunjung sama yakni bahasa Indonesia,” sebut tokoh aktivis sejak tahun 1990 ini.

Momentum ini menjadi perekat ingatan terhadap besarnya perjuangan tokoh-tokoh pendahulu bangsa yang telah mampu memberikan bukti, menyamakan persepsi dalam satu janji dan gerakan yang dahsyat hingga tercapainya cita-cita menjadikan bangsa ini yang merdeka dan berdaulat.
Di era sekarang ini nilai-nilai sumpah pemuda itu masih sangat relevan untuk kaum milineal yang sudah hidup ditengah era kecanggihan teknologi dan komunikasi yang semakin cepat, mudah dan nyaris tak berjarak. Maka sudah semestinya pula penggunaan bahasa dan komunikasi dilakukan secara benar demi terus membangun dan membangkitkan semangat nilai kebangsaan ditengah segala bentuk keanekaragaman suku, bangsa, agama, ras dan warna kulit.

Pluralisme yang dimiliki oleh bangsa ini tidak boleh menjadi pemisah, namun justru harus menjadi alat pemersatu dan aset kekayaaan bangsa ini. Karena tanah air yang sedemikian luasnya ini maupun air harus digunakan sebesar-besarnya untuk kemakmuran rakyat bukan segelintir kelompok dan golongan tertentu.

“Kita tahu betul bahwa tantangan di setiap zaman itu selalu berbeda-beda, misalnya dulu tantangan kita adalah menghadapi para penjajah secara fisik, tetapi era sekarang pejajahan tidak lagi berbentuk fisik melainkan yang di serang adalah ideologi dan budaya bangsa ini,” sebut dosen teknik sipil ini.(Humas/Unmuh Babel).

No Comments

Add your review

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.