Enter your keyword

post

Rektor Unmuh Babel : Demi Masa Depan Anak, Orang Tua Harus Bijak dan Paham Literasi Digital

Rektor Universitas Muhammadiyah (Unmuh) Bangka Belitung, Fadillah Sabri,S.T.,M.Eng sukses menjadi salah satu pembicara dalam webinar nasional dengan tema “ Mengapa Literasi Digital Dalam Dunia Pendidikan Itu Sangat Penting ? Webinar yang juga dihadiri oleh Bupati Kabupaten Bangka Barat, H.Sukirman dan beberapa pembicara kompeten lainnya ini memang diselenggarakan oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia. Dalam persentasinya tentang Digital Literacy Parent dengan sub tema “Tantangan Dalam Literasi Digital Dunia Pendidikan”.

Ia menekankan pentingnya peran orang tua dalam mempersiapkan anak menghadapi zamannya. Terlebih saat umat manusia kini sudah berada pada yang nama zaman atau era digital. Sebagai orang tua yang bijak sudah seharusnya mampu mempersiapkan anak menghadapi era digital dan era ke depannya.Hal ini sebagaimana pula pesan Ali Bin Abi Thalib “Didik Anak-anakmu sesuai dengan zamannya, karena mereka hidup bukan di jaman mu.

Literasi Digital merupakan pengetahuan dan kecakapan untuk menggunakan media digital, alat-alat komunikasi atau jaringan dalam menemukan, mengevaluasi, menggunakan, membuat informasi dan memanfaatkannya secara sehat, bijak, cerdas, cermat, tepat, patuh hukum dalam rangka membina komunikasi dan interaksi dalam kehidupan sehari-hari.

Oleh karenanya dibutuhkan 8 elemen esensial untuk mengembangkan literasi digital, yaitu pemahaman ragam konteks pengguna dunia digital (kultural), daya pikir dalam menilai konten (kognitif), reka cipta sesuatu yang ahli dan aktual ( konstruktif), kepercayaan diri yang bertanggungjawab, kreatif melakukan hal baru dengan cara baru, kritis dalam menyikapi konten dan bertanggung jawab secara sosial.

Semua pemahaman tentang literasi digital di sekolah ini sangat penting dalam rangka meningkatkan kemampuan berfikir kritis, kreatif dan inovatif dalam menggunakan media digital dan internet di lingkungan sekolah, meningkatkan sikap positif, bijak, cermat dan tepat dalam menggunakan dan mengelola media digital dan internet di lingkungan sekolah. Meningkatkan keterampilan anggota keluarga dalam menggunakan media digital dan internet di lingkungan sekolah. Meningkatkan akses sekolah dalam menggunakan media digital dan internet dan meningkatnya partisipasi publik dalam mengembangkan literasi digital di sekolah (melalui pelatihan, penyediaan akses dan penyediaan bahan bacaan).

“Beberapa indikator untuk mengukur kemampuan literasi digital di sekolah juga akan terlihat dari Basis kelas yang meliputi jumlah pelatihan literasi digital bagi kepala sekolah, guru, dan tenaga kependidikan, intensitas penerapan dan pemanfaatan literasi digital dalam kegiatan pembelajaran dan tingkat pemahaman kepala sekolah, guru dan tenaga kependidikan, dan siswa dalam menggunakan media digital dan internet,”ujar Fadillah Sabri.

Ia menambahkan juga ada basis Budaya sekolah meliputi jumlah dan variasi bahan bacaan dan alat peraga berbasis digital,jumlah kegiatan di sekolah yang memanfaatkan teknologi dan informasi, jumlah penyajian informasi sekolah dengan menggunakan media digital atau laman, jumlah kebijakan sekolah tentang penggunaan dan pemanfaatan teknologi informasi dan komunikasi di lingkungan sekolah, tingkat pemanfaatan dan penerapan teknologi informasi dan komunikasi dalam hal layanan sekolah, misalnya, rapot-e, pengelolaan keuangan, dapodik, pemanfaatan data siswa, profil sekolah dan sebagainya.

Basis masyarakat meliputi jumlah sarana dan prasarana yang mendukung literasi digital di sekolah, tingkat keterlibatan orang tua, komunitas atau lembaga dalam pengembangan literasi digital.

“Literasi digital sekolah harus dikembangkan sebagai mekanisme pembelajaran terintegrasi dalam kurikulum atau setidaknya terkoneksi dengan sistem belajar mengajar. Siswa perlu ditingkatkan keterampilannya, guru perlu ditingkatkan pengetahuannya dan kreatifitasnya dalam proses pengajaran literasi digital dan kepala sekolah perlu memfasilitasi guru atau tenaga kependidikan dalam mengembangkan budaya literasi digital sekolah,”ujarnya lagi.

Ada hal-hal yang juga menjadi perhatian dari tokoh mubalig Bangka Belitung ini, terkait tantangan literasi digital yaitu perilaku berinternet yang tidak sehat, ditunjukan dengan menyebarnya berita atau informasi hoaks, ujaran kebencian dan intoleransi di media sosial.

Hal-hal tersebut tentu menjadi tantangan besar bagi orang tua yang mempunyai tanggungjawab dan peran penting dalam mempersiapkan generasi abad-21 generasi yang memiliki kompetensi digital. Semakin merosot budaya baca masyarakat yang memang masih dalam tingkat rendah. Kehadiran berbagai gawai (gadget) yang bisa terhubung dengan jaringan internet mengalihkan perhatian orang dari buku ke gawai yang mereka miliki.

Dampak Literasi digital pada psikologi anak dan remaja, menyebabkan anak menjadi agresif (memukul atau menendang yang dicontoh anak dari youtube, sulit memanggil anak yang sedang menggunakan gadget (anak tidak mengindahkan panggilan, lebih fokus pada gadget, interaksi anak dan orang tua menjadi berkurang karena anak fokus pada gadget.

Peluang literasi adalah meningkatnya peluang bisnis e- commerce, lahirnya lapangan kerja baru berbasis media digital, pengembangan kemampuan literasi tanpa menegasikan teks berbasis cetak. Oleh karenanya mutlak diperlukan peran orang tua dalam pengasuhan digital atau digital parenting guna meningkatkan dan memperbaharui wawasan tentang internet dan gadget, jika di rumah ada internet posisikan di ruang keluarga dan siapa yang dapat melihat apa yang dilakukan anak dalam mengakses internet, membatasi waktu pada anak saat menggunakan gadget.

“Dan yang tak kalah pentingnya juga adalah bagaimana kemampuan kita sebagai orang tua dan pendidikan dalam memberikan pemahaman dan kesadaran bersama dampak negative dari internet atau gadget, secara tegas melarang jika ada yang tidak pantas ditonton dan menjalin komunikasi terbuka dengan anak,”dorong ayah 5 anak ini.(Humas/Unmuh Babel).

No Comments

Add your review

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.