Enter your keyword

post

Mendorong Partisipasi Enterprenuer Milenial Kampus, Saat Pandemi

Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Provinsi Bangka Belitung,Hj.Elfiyena terus mengajak kepada masyarakat khususnya pelaku usaha mikro dan UMKM untuk tetap bersemangat meningkatkan produktivitas usaha, meskipun di tengah tantangan akibat pandemi covid-19.

“Kami juga mendorong agar semakin bertumbuhnya para pelaku usaha dari kalangan anak-anak muda yang produktif, karena di era yang serba digital ini butuh strategi untuk mempromosikan sekaligus memasarkan produk dengan jangkauan yang lebih luas, dan semua hal ini tentunya yang mampu memegangnya adalah anak-anak milenial, karena lebih menguasai teknologi dibandingkan generasi sebelumnya.
Peran para milineal dari anak-anak SMA, masih kuliah maupun telat tamat kuliah sangatlah diharapkan, untuk menelurkan kreatifitas dan inovasi terbaiknya, minimal berperan membantu meneruskan usaha keluarga maupun sektor usaha lainnya yang ada di lingkungan sekitar.

”Saya yakin peran serta anak-anak muda untuk menciptakan kesempatan kerja masih sangat besar, apalagi anak-anak muda merupakan kelompok masyarakat yang cukup mampu memahami kondisi minat pasar yang sesuai dengan zamanya, makanya tetap lah produktif meskipun di tengah pandemi covid-19,”sebut Elfiyena.

Menurut Elfiyena, mengembangkan sektor usaha sebelum pandemi covid-19, tentu berbeda dengan situasi yang harus dihadapi saat pandemi covid 19 melanda seperti saat ini. Oleh karenanya sangatlah diperlukan upaya guna memperkuat kapasitas usaha dari sisi produksi, sisi strategi promosi pemasaran dan sebagainya. Sehingga sektor usaha yang ada tetap mampu bertahan di tengah pandemi.
Covid-19, suka atau tidak suka memang sudah mampu mengubah semua lini kehidupan masyarakat termasuk di sektor dunia usaha, yang sangat dituntut mampu bertranspormasi secara lebih cepat dan tepat, tidak bisa lagi bertumpu dengan gaya manual seperti sebelum-sebelumnya, tetapi justeru lebih mengarah kepada gaya pemasaran digitaliasi modern.

Minimal sekarang ini akibat pandemi covid-19, banyak pekerja yang di rumahkan dan mereka sebelumnya juga tidak punya basis usaha, namun sekarang justeru harus bangkit cepat dan menjalankan sektor usaha secara mandiri, meskipun mungkin masih dalam skala kecil atau industri rumah tangga.

“Makanya saya optimis, meskipun di tengah kondisi yang memang cukup sulit akibat pandemi covid-19, tetapi di satu sisi bisa terlihat bahwa jumlah pelaku usaha kita bertambah, bahkan yang tadinya mungkin hanya domina dilakukan oleh sang ibu yang sekaligus sebagai ibu rumah tangga, tapi sekarang bisa berkembang karena ayah dan anak juga sudah ikut terlibat. Dan setidaknya seperti tadi saya sampaikan bahwa minimal mereka punya usaha sesuai dengan hobinya dan juga sesuai dengan kebutuihan konsumen saat ini,”dorong Elfiyena lagi.

Kepala Pjs. Unit Bisnis Penerbitan (UBP) Universitas Muhammadiyah Bangka Belitung yang mengelola Kedai Mart Universitas Muhammadiyah Bangka Belitung yang mengelola Kedai Smart dan UNMUHBABEL Press, Adevia Indah Kusuma, M.M. menyebutkan bahwa pandemi memang telah mampu merubah segala lini kehidupan manusia. Terlebih kondisinya menekan perekonomian masyarakat, sehingga memaksa para pelaku usaha harus sedemikian rupa bertahan supaya dapur tetap mengempulkan asap.

“Justeru ketika selama ini hanya mengandalkan satu mata pencaharian, sehingga ketika pandemi melanda berakibat pendapatannya yang berkurang, gaya hidup berkurang, sehingga lama-lama ekonominya tidak bisa bertahan, dan ini bisa kita temukan banyak contohnya saat ini,”tambahnya.

Menurut Adevia, cerdas memahami kondisi seperti sekarang ini memang sangatlah penting. Bahkan ini harus sudah ditanamkan sejak usia dini oleh para orang tua dan tenaga pendidik termasuk dnegan memberikan stimulasi dalam berbagai bentuk.
Adev juga menilai, terkadang ada kalanya sebagai orang tua ataupun pendidik juga menjadi jarang menginformasikan ke anak-anaknya terkait pentingnya menyuburkan semangat dan produktivitas untuk mampu mengolah satu potensi, peka terhadap faktor-faktor lingkungan yang akan ikut mendorong meningkatkan jiwa kewirausahaannya.

Misalnya dengan melakukan hal- hal kecil seperti dengan mengolah atau memanfaatnya aneka tumbuhan yang ada di sekitarnya tidak hanya sebagai konsumsi atau bahan pangan, tetapi bisa juga di suplay ke suatu tempat atau di inovasikan menjadi produk di rumah ataupun di sekolah.

Ia optimis kalau anak-anak sebagai generasi muda sejak dini sudah terbiasa di stimulasi seperti itu, maka akan berimbas ke jalan pemikiran mereka yang berbeda, tindak lanjut mereka juga berbeda, jadi yang di kuasai tidak hanya terori. Bahkan ketika sudah mengusai terori, dia sudah tau aplikasi.

“Jika selama ini, orang hanya berfikiran untuk menjadi pegawai atau setelah selesai sekolah jadi pegawai, seolah tidak ada alternatif lain, padahal tidak harus seperti itu, karena begitu selesai justeru diharapkan dia bisa untuk membantu masyarakat, dimana ketika dia buka usaha, maka masyarakat di situ akan terimbas atau terbantu,”sebut Adev.

Adevia Indah Kusuma, M.M. juga menyebut bahwa UBP Unmuh Babel juga akan terus mendorong dan menstimulasi kepada seluruh warga Unmuh Babel khususnya, bahwa UBP adalah sebagai salah satu wadah bagi civitas akademika untuk memenuhi keperluan kampus bahwa kita juga sudah buka yang namanya untuk menjadi suplayer bagi teman-teman pelaku usaha lainnya.

“Sehingga kita akan bantu promosinya karena ini akan jadi produk tambahan, ketika dia sudah berhasil membentuk suatu ekosistem yang tentang ekonomi , maka kita harapkan kesadaran dari civitas akademika juga akan semakin tumbuh dan lebih peduli pentingnya enterprenuership,”tambah Adev lagi. (Humas/Unmuh Babel).

No Comments

Add your review

Your email address will not be published.