Enter your keyword

post

Memaknai Pesan Ramadan Demi Khairu Ummah

Siltaruhim Syawal Virtual Warga Muhammadiyah Bangka Belitung pada Sabtu bersama Prof. Dr.HM.Dien Syamsudin, Sabtu(22/05) di Gedung Kampus Universitas Muhammadiyah (Unmuh) Bangka Belitung berlangsung sukses, Sabtu(22/05). Momentum ini di hadiri oleh seluruh jajaran Pengurus Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Babel, Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) 7 Kabupaten/Kota se Babel,Pimpinan Wilayah Aisyiyah (PWA),Pimpinan Daerah Aisyiyah (PDA) 7 Kabupaten/kota, ortom dan Amal Usaha Muhammadiyah se Babel secara offline maupun online atau virtual.

Acara yang dimoderatori langsung oleh,Rektor Unmuh Babel, Fadillah Sabri,S.T.,M.Eng tersebut juga antara lain menyiratkan pesan penting agar umat muslim mampu mengambil pelajaran dari bulan suci Ramadan 1442 H yang baru saja dilalui sebagai jalan untuk terus mengisi jiwa-jiwa dengan ketaqwaan kepada Alloh SWT selama 11 bulan berikutnya melalui ibadah-ibadah luar Ramadan termasuk dengan merealiasikan nilai-nilai sosial kemanusian dan pengamalan sifat-sifat ketuhanan Asmaul Husna.

Karena dengan mengaplikasiskan semua pesan Ramadan inilah yang akan mampu mendidik menjadi seorang insan Khairu Ummah atau umat yang terbaik. Termasuk dengan momentum halal bihalal ini juga diharapkan akan mampu menguatkan ukhwah Islamiyah dan gerakan yang menghasilkan nilai-nilai bagi kejayaan umat.

”Kita juga harus mampu mengatur strategi terbaik dan aktif untuk mencapai kemajuan dan kejayaan di persyaraikatan yang kokoh dalam bingkai persatuan dan kesatuan umat. Dalam setiap perjuangan untuk kebaikan Alloh ini yakinlah bahwa kita selalu punya Alloh SWT satu-satunya Dzat penolong kita, terlebih kalau kita niat tulus menolong agama Alloh SWT,”ujar Fadillah Sabri.

Prof. Dr.HM.Dien Syamsudin dalam tausiahnya juga menyampaikan bahwa momentum halal bihalal idul fitri tidak hanya demi tujuan memperkuat jalinan silaturahim dan persatuan dan kesatuan umat, tetapi juga dalam rangka mendorong umat muslim menjadi khairu ummah atau umat yang terbaik.

“Pembumian nilai-nilai rohaniah kita harus lebih kuat, karena dengan cara inilah kita bisa menampilkan diri menjadi insan Robbani yang punya sifat-sifat ketuhanan (Asmaul Husna) yang memang sudah seharusnya hidup dalam diri setiap individual seorang muslim dalam menjalankan kehidupan sehari-hari di tengah umat, berbangsa dan bernegara”ujarnya.

Seorang muslim harus memiliki sifat-sfiat dengan etos kerja, etos Ilmu, solidaritas sosial sebagai pemangku semua kebaikan-kebaikan. Karena sifat inilah yang akan menjadikan umat Islam sebagai khairu Ummah.

”Makanya pasca Ramadan tidak hanya dengan merayakan kemenangan pada Idul fitri, tetapi juga membangun silaturahim dan rasa kasih sayang antar sesama ,bergotong royong membangun kehidupan bersama ini menjadikan umat ini, umat yang terbaik. Sebab inilah pesan yang harus terus dibumikan yakni membumikan makna sholat dan membumikan makna-makna Ramadan di 11 mendatang, senantiasa bersyukur dan memurnikna nilai-nilai Ramadan,”tambahnya.(Humas/Unmuh Babel).

No Comments

Add your review

Your email address will not be published.