Enter your keyword

post

Rektor Unmuh Babel : Sesama Muslim Mari Kirim Doa dan Donasi Bagi Palestina

Rektor Universitas Muhammadiyah Bangka Belitung, Fadillah Sabri,S.T.,M.Eng. disela-sela acara Pengajian Rutin Jumat ( Pesat) Lembaga Studi Islam dan Kemuhadiyahan (LSIK) Unmuh Babel baru-baru ini, ia mengajak kepada seluruh umat muslim seluruh dunia khususnya di Bangka Belitung untuk terus mendukung hingga terwujud kemerdekaan Palestina.

Hal ini dapat dilakukan dengan doa, jihad dan donasi harta. Ia menilai bahwa peristiwa terusirnya rakyat Palestina dari Jalur Gaza oleh zionis Israel , merupakan satu petaka dunia. Oleh karena itu, sebagai sesama muslim, tentu ini semua adalah kesedihan mendalam sekaligus mengutuk kebiadaban bangsa zionis Israel tersebut.

Karena kemerdekaan itu adalah hak segala bangsa. Makanya sebagai sesama umat muslim, sesama bangsa yang beradab wajib mensupport terutama kepada palestina. Terlebih palestina adalah negara pertama yang mengakui kemerdekaan Republik Indonesia 80 tahun silam dan ini benar-benar harus dipahami dengan sebaik-baiknya.

“Oleh karena itu sebagai bangsa Indonesia dan juga dunia mesti melihat semua ini dengan hati nuraninya, bahwa kita wajib mendukung kemerdekaan Palestina dan mengutuk kebiadaban Israel laknatullah tersebut,”ajak Fadillah Sabri.

Ia kembali mengajak kepada semua masyarakat muslim untuk terus menyuarakan aksi-aksi solidaritas dan menggema di seluruh dipenjuru dunia termasuk di Bangka Belitung. Karena memang inilah yang bisa dilakukan saat ini yakni mensupport dan mendukung dengan doa, melontarkan narasi-narasi yang mengutuk kebiadaban Israel dan pastinya mendukung Palestina merdeka termasuk dengan membantu lewat donasi.

“Rakyat Palestina adalah saudara kita, iman kita sama, mereka membutuhkan dukungan dan doa kita sebagai saudaranya, dan inilah yang memang harus kita gaungkan terus menerus sampai Palestina merdeka,”ajaknya.

Sementara itu, Ketua Badan Pembina Harian (BPH) Universitas Muhammadiyah Bangka Belitung, H.Hasan Rumata juga mendorong pentingnya memaknai halal bihalal idul fitri yang baru saja dilakukan umat Muslim untuk menumbuhkan semangat toleransi sosial kepada sesama umat muslim lainnya.

“Halal bihalal juga mengajarkan kepedulian kita terhadap konteks sosial antara kehidupan sesama manusia terlebih kita sesama muslim untuk bagaimana kita membangun peran, dan kekuatan bersama, menjadikan kehidupan umat ini menjadi lebih baik,”ujar Hasan.
Menurutnya di momentum mengakhiri Ramadan dilanjutkan dengan hari raya Idul Fitri 1442 H yang baru saja berlalu merupakan pembelajaran bagi umat muslim untuk senantiasa bertakbir, bersyukur dan saling maaf memaafkan.

”Kehidupan dunia ini hanya sebentar saja dan karenanya memaafkan sekaligus bisa mendoakan orang lain, mendoakan sesama muslim meskipun tanpa diketahui oleh yang didoakan adalah bagian dari cara untuk terus mengasah hati dan ikhtiar kebaikan di hadapan Alloh SWT. (Humas/Unmuh Babel).

No Comments

Add your review

Your email address will not be published.