Enter your keyword

post

Rektor Ingin Tuntaskan Vaksinasi Covid-19 Sebelum Ramadhan Bagi Warga Unmuh Babel

Rektor Universitas Muhammadiyah Bangka Belitung, Fadillah Sabri,S.T.,M.Eng mengaku juga mengemban amanah Pimpinan Muhammadiyah (PP) untuk segera menuntaskan ikhtiar pencegahan covid-19 melalui program vaksinasi kepada warga persyarikatan khususnya yang ada di Universitas Muhammadiyah (Unmuh) Bangka Belitung.

Hal ini harus dilaksanakan sekaligus dalam rangka menghadapi datangnya bulan suci Ramadhan 1442 H. Yang mana berdasarkan hasil hitungan hisab yang di putuskan oleh Pimpinan Muhammadiyah (PP), warga persyarikatan akan segera melaksanakan ibadah puasa bulan suci Ramadhan mulai 13 April 2021. Karenanya dalam menghadapi moment bulan suci Ramadhan 1422 H, maka ia mengaku terus mendorong diri sendiri dan semua kaum muslim untuk melakukan kesiapan terutama kesiapan pribadi.

Khususnya di Kampus Unmuh Babel, juga terus dilakukan berbagai upaya persiapan sebaik mungkin, terlebih karena di tahun ini, kaum muslim terpaksa masih harus menjalani ibadah puasa di tengah pandemi covid-19, sehingga tetap harus waspada terutama dalam menjaga kesehatan, supaya berbagai rangkaian ibadah selama bulan suci yang akan di jalan kaum muslim dapat di jalani dengan maksimal dan tidak terganggu.

“Untuk kegiatan-kegiatan dakwah yang rutin kita lakukan, di Ramadhan 2020 kemarin memang cukup terbatas. Karenanya saya mengajak kita semua terus ikhtiar dan berdoa, semoga Alloh SWT izinkan kita untuk bertemu lagi dengan bulan mulia di tahun 2021 ini, dan dapat menjalankan ibadah lebih baik,”harapnya.

Tokoh Mubalig Bangka Belitung yang satu ini mendorong agar kontroversi terkait penggunaan vaksin pencegahan covid-19 terutama dikalangan kaum muslim khususnya tidak terus terjadi dan menimbulkan persoalan yang semakin serius. Maka sebaiknya pelaksanaan vaksinasi dilaksanakan sebelum datangnya bulan datang bulan Ramadhan.

Menurut pandangan Ustad Fadillah Sabri, penyuntikan vaksin di saat sedang menjalankan ibadah puasa tidak lah membatalkan puasa. Karena sesuai dengan fiqihnya, bahwa perkara yang akan membatalkan puasa adalah jika memasukan sesuatu melalui mulut. Tetapi vaksin ini adalah injeksi, yang dalam arti kata kalau orang sakit di suntik itu boleh dan kalau sakit juga boleh tidak puasa, meskipun nanti setelah sehat orang tersebut wajib mengganti pada hari-hari lainnya sebanyak hari yang ditinggalkan atau membayar fidyah bagi orang miskin sesuai dengan yang telah di syariatkan dalam Islam.

” Karenanya menurut hemat saya agar tidak semakin menimbulkan kontroversi di kalangan umat muslim yang akan menjalankan ibadah puasa, maka sebaiknya memang dilakukan sebelum puasa. Dan karenanya unmuh Babel juga sudah mengajukan untuk semua warga kami segera di vaskinasi dalam waktu dekat,”sebutnya.

Sebab vaksin bagi kaum Muhammmadiyah adalah salah satu ikhtiar fisik untuk pencegahan covid sekaligus wajib disertai ikhtiar ikhtiar non fisik yakni senantiasa berdoa dan memohon pertolongan Alloh SWT agar terhindar dari virus berbahaya ini. Tetaplah menjaga diri dan keluarga serta orang lain dengan mematuhi sesuai dengan protokol kesehatan. Artinya antara rasionalitas dan spritualitas ya harus seimban. Oleh karenanya sekali lagi untuk Unmuh Babel kami memang menargetkan sebelum Ramadhan semua warga kami sudah di vaksin semuanya,”tambah Ustad Fadillah Sabri.

Sesuai mengisi kegiatan rutin Pengajian Sore Jum`at (PESAT) Lembaga Studi Islam dan Kemuhammadiyahan (LSIK) Unmuh Babel, Jumat (26/03) Alumni Al-Azhar Kairo Mesir, Ust. Jauhar Ridloni Marzuq, LC., MA yang sekaligus merupakan dosen eksternal di Universitas Muhammadiyah (Unmuh) Babel juga mengajak kepada semua masyarakat muslim khususnya pula yang ada di lingkungan Unmuh Babel untuk terus melakukan persiapan secara jasmani maupun batiniah dalam menyambut datangnya bulan nan agung, bulan penuh ampunan, yakni bulan Ramadhan 1442 H.

”Ya mulai sekarang mungkin ada baiknya, kita sudah melakukan pemanasan dengan melakukan persiapan-persiapan amal kebaikan yang bisa kita lakukan, misalnya puasa senin-kamis atau mengaji Al-Qur`an secara bertahap. Dengan upaya ini semoga saat ramadhan kita sudah semakin siap,”ajaknya.

Ustad Jauhar juga memandang bahwa penggunaan vaksin untuk pencegahan covid-19 di bolehkan jika karena kondisi dan alasannya darurat. Karenanya ia menyerahkan keputusan butuh apa tidaknya, terhadap vaksin ini kepada masing-masing masyarakat. “Karena kalau boleh, maka bukan berarti pula ini adalah wajib. Artinya kalau orang mau di vaksin yang silahkan, tapi kalau tidak mau juga bisa disalahkan. sebab vaksin ini secara hukum Islam sendiri adalah sesuatu yang darurat.(Humas/Unmuh Babel).

No Comments

Add your review

Your email address will not be published.