Enter your keyword

post

Atok Landak 63 th, Kepincut Beasiswa Tahfiz Unmuh Babel, Sampai Minat Daftar Kuliah

Program Bina Desa Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Muhammadiyah (Unmuh) Bangka Belitung untuk Kampung Pangkalarang Kelurahan Ketapang Kecamatan Pangkalbalam,Rabu (23/03) sore sampai juga akhirnya tiba dan menyapa para warga yang ada di kampung ini, yakni RT-07/RT-08.

Setelah sebelumnya Program Bina Desa di bawah kepemipinan Kepala LPPM Unmuh Babel Dzihan Ayu Ilmi Firdausi ini, bertemu dengan Lurah Ketapang Pangkalpinang, Rizki Romadhoni hingga jajaran RT/RW setempat untuk bersilaturahmi dan meminta izin mengunjungi para warga. Kunjungan ke Kampung Pangkarang ini tetap dilakukan sebagaimana program Bina desa yang sebelumnya juga telah dilaksanakan di Desa Tanjung Berikat Bangka Tengah dan Dusun Pejem Belinyu Kabupaten Bangka.

Termasuk salah satunya adalah rumah sederhana yang ada di kawasan pemukiman padat penduduk dan dekat dengan pesisir pantai ini, yakni rumah keluarga besar Atok Landak. Saat di kunjungi tim ini, Atok Landa yang kini berusia (63th) tersebut sedang duduk bersantai bersama sang istri Nek Landak.

Silaturahim Tim LPPM Unmuh Babel dengan pasangan suami istri yang sudah menikah puluhan tahun dan dikaruniai 4 orang anak ini sebenarnya, hanyalah salah satu dari 175 kepala keluarga (KK) yang menjadi sasaran dalam pelaksanaan wawancara dan pengisian angket kuisioner pemetaan persoalan masyarakat dalam Program Bina Desa LPPM Unmuh Babel Tahun 2021.

Pemukiman yang juga berada di wilayah pesisir Kota Pangkalpinang ini, memang terbilang salah satu daerah padat penduduk, dengan mayoritas kepala keluarga berprofesi sebagai nelayan, buruh dan sebagainya. Tak mengherankan berbagai persoalan dampak sosial, ekonomi, pendidikan dan sebagainya akan menjadi “PR” bagi LPPM Unmuh Babel untuk terus membantu sekaligus mewujudkan chaturdarma perguruan tinggi Universitas Muhammadiyah Bangka Belitung untuk pengabdian kepada agama, masyarakat bangsa dan negara.

Keramahan dan keterbukaan para warga di Kampung kali ini pun, cukup mampu mendukung bagi kelancaraan proses pengambilan data dengan metode wawancara serta pengisian form koesioner sebanyak 175 eksemplar. Termasuk untuk keluarga Atok Landak yang kala itu menyambut ramah kedatangan tim LPPM Unmuh Babel di teras rumahnya yang terlihat semi permanen. Ia pun seperti warga umumnya yang menanyakan darimana asal, maksud dan tujuan tim LPPM ini. Setelah mengerti ia pun bersedia untuk menjawab semua bahan pertanyaan yang disampaikan kepadanya.

Sekali-kali Atok Landak juga menimpali persoalan kehidupan ekonomi keluarga, terlebih lagi setelah covid-19 melanda dunia termasuk di Pangkalpinang. Di usianya yang sudah semakin sepuh, Atok Landak bercerita bahwa ia berjuang untuk membesarkan anak dan membahagiakan sang istri, dari profesinya sebagai nelayan yang sudah dijalani puluhan tahun namun kini tidak lagi dilakoni karena kondisi kesehatan yang tak lagi memungkinkan untuk kuat turun melaut. Namun sang anak nyatanya juga ada mengikuti jejak sang ayah pergi melaut.”Saya ini dulunya juga seorang “AL” alias angkatan laut, alias anak laut, namun sekarang saya sudah pensiun”, ujarnya berseloroh.

Untuk mengisi kekosongan waktu, kini Atok Landak mengaku ia sering bermain dengan para cucu-cucunya sembari menjalankan usaha penjualan udang hidup. Komoditi ini memang saat sedang trend diminati khususnya oleh para mancing mania termasuk di Pangkalpinang.
”Jadi setelah pensiun ya saya pekerjaannya di rumah saja dan sekali-kali menjalankan bisnis ini, hasilnya juga tidak menentu, kadang laku, kadang tidak. Ini usaha saya sama istri, sekali kali kadang dapat dari anak-anak, tapi kalau mereka ada rezeki lebih,”tambah sembari masih di dampingi Nek Landak dan para tetangga yang sore itu juga ikut bertandang.

Dengan seksama Atok Landak awalnya juga cukup mendengarkan dan menjawab dengan baik setiap pertanyaan dan juga penjelasan tim LPPM dan mahasiswa Unmuh Babel padanya. Sampai akhirnya ia mengaku salut dan akan terus ikut mendoakan Unmuh Babel agar terus peduli dengan masalah pendidikan di Babel termasuk bagi masyarakat yang tidak mampu secara finansial namun memiliki semangat tinggi dan intelektual question (IQ) bagus untuk meneruskan mimpinya menjadi seorang sarjana.

” Kalau Macem ni kisah e, dan klw seandainya Atok masih umur 30 tahun, pasti Atok lah daftar kuliah di Unmuh Babel. Apalagi ada program spesial yakni beasiswa bagi para penghafal Al-Qur’an yang jelas program ini bagus, karena langsung ngajak orang mencintai Al-Qur’an Kitab Alloh SWT,”ujar Atok Landak lagi sembari disambut tawa sang istri Nek Landak.

Pasca berdiskusi dengan Atok Landak, Nek Landak dan para tetangganya. Isian kusioner juga sudah terisi, tim LPPM dan mahasiswa yang bertugas pun langsung pamit undur diri dari rumah keluarga ini.

Dia sela-sela acara pamitan ini, masih terlihat senyum ramah dan juga doa dari Atok Landak, agar semakin banyak anak-anak Babel yang menimba ilmu perkuliahan di Unmuh Babel.

Dan para lulusan Unmuh Babel pun kelak akan menjadi generasi unggul yang mencerahkan dan mencerdaskan dan lebih utama lagi akan senantiasa menjadikan Al-Qur`an dan As-Sunnah sebagai jiwa dan pedoman hidupnya dalam menjalani setiap aktivitas kehidupan sehari-hari dan mampu membangun bangsa,negara bahkan mengubah dunia ini dengan ilmunya dan kesolehannya.Dan karenanya program-program pembinaan yang sifatnya pembekalaan keagamaan juga harus ikut jadi perhatian pemerintah.(Humas/Unmuh Babel).

No Comments

Add your review

Your email address will not be published.