Enter your keyword

post

Pengelola AUM Harus Paham PHIWM

Wakil Ketua Majelis Pendidikan Kader (MPK) Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah, Dr. Untung Cahyono., M.Hum disela-sela kesempatan memberikan pembelakan materi kepada peserta Baitul Arkom (BA) Universitas Muhammadiyah (Unmuh) Bangka Belitung, 19 – 21 Maret 2021 lalu.
Ia mendorong agar setiap diri yang menjadi pimpinan amal usaha, yang mengelola amal usaha Muhammadiyah untuk mampu melaksanakan amanah sesuai dengan aturan persyarikatan yang berdasarkan kepada nilai dan norma Islami yang bersumber dari Al-Qur`an dan As- Sunnah.

Dalam Pedoman Hidup Islami Warga Muhammadiyah (PHIWM) itu memang banyak hal yang harus dilakukan bahkan untuk menjadi pimpinan dan pengelola yang Islami juga belumlah lengkap jika hanya terkait dengan materi mengelola Amal Usaha (AUM) melainkan juga harus memahami dan mengedepankan pentingnya akhlak secara individu dalam berkeluarga, akhlak bermasyarakat, akhlak berbangsa, akhlak berbisnis, akhlak berpolitik , akhlak berseni budaya, akhlak mengelola profesi dan sebagainya.

Untung Cahyono yang juga baru merayakan ulang tahunnya pada 21 Maret 2021 kemarin ini menyebut bahwa PHIWM inilah yang harus terus di sosialiasikan dan dipahami kepada seluruh kader persyarikatan terkhususnya bagi para pimpinan pengelola amal usaha. PHIWM merupakan ikhtiar supaya nilai-nilai ke Islaman itu menjadi dasar baik secara filosofi maupun terkait dengan hal-hal yang terkait dengan teknis.

”PHIWBM ini ruhnya adalah dari Al-Qur`an dan As-Sunnah. Oleh karenanya jika hal ini tidak disampaikan kepada para pimpinan amal usaha maupun pengelola yang bukan pimpinan tetapi berada di wilayah Muhammadiyah, baik di SD,SMP dan AUM lainnya, maka dikhawatirkan mereka akan bekerja tidak ada acuan yang memadai bisa terjadi penyelewengan yang jelas tidak sesuai dengan tujuan persyarikatan,”tambahnya.

Menurut Untung, pada prinsipnya dibentuknya, dibangunnya atau didirikannya AUM tidak lain adalah dalam rangka menjadi alat untuk mengemplementasikan, mempraktekkan dan mewujudkan Muhammadiyah sebagai gerakan Islam, dakwah amar makrup nahi mungkar sebagai sarana hidup.

“Dalam tiap-tiap amal usaha itu, harus ada 4 fungsi yang harus diperhatikan secara keseluruhan yakni fungsi pelayanan, fungsi pendidikan, fungsi dakwah dan fungsi kaderisasi. InshaaAlloh kalau 4 (empat) fungsi ini terlaksana dengan baik , dipahami dan dipraktekkan maka kita akan rasional, dan AUM termasuk pusat-pusat pendidikan milik Muhammadiyah akan menjadi perhatian masyarakat, dipercaya masyarakat bahkan menjadi besar,”dorong Untung lagi sembari menutup seluruh rangkaian kegiatan Baitul Arkom (BA) Unmuh Babel 2021 yang di ikuti 31 peserta.(Humas/Unmuh Babel).

No Comments

Add your review

Your email address will not be published.