Enter your keyword

post

Rektor Terus Semangati LPPM Bantu Bina Desa dan Masyarakat

Rektor Universitas Muhammadiyah Bangka Belitung, Fadillah Sabri,S.T.,M.Eng menyebut bahwa salah satu program unggulan Unmuh Babel adalah Program Bina Desa. Program ini dilaksanakan oleh Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Muhammadiyah (Unmuh) Bangka Belitung.

”Bina Desa ini juga merupakan salah satu program unggulan kita, karena itu yang namanya Bina Desa tentu tidak boleh mengenal kata selesai. Dan kita tetap harus melakukan upaya-upaya pembinaan. Sebab inilah yang disebut pemberdayaan,”ujarnya.
Target utama dari pemberdayaan adalah level pembebasan. Artinya Unmuh Babel harus terus ikut berperan membantu untuk membebaskan ketidak mampuan masyarakat dan hal lainnya. Setelah itu Unmuh Babel juga terlibat dalam memberdayakan masyarakat. Dan level terkahir adalah membantu memajukan dan menggerakkan masyarakat ke arah yang lebih baik.

“Jika teman-teman LPPM Unmuh Babel menemukan masalah di lapangan, percayalah bahwa di dalam dinamika kehidupan bermasyarakat, justeru memang akan selalu seperti itu. Namun setidaknya ini juga akan menjadi pembelajaran supaya kehadiran Unmuh Babel dapat terus ikut membantu masyarakat menyelesaikan masalah yang mereka hadapi,”tambahnya.

Sebagai program unggulan Unmuh Babel, maka diharapkan LPPM divisi pemberdayaan pun akan terus bergerak melakukan program bina desa ini. Bahkan di masa mendatang akan lebih banyak lagi desa yang menjadi basis desa binaan Unmuh Babel. Dengan harapan desa-desa binaan ini ke depan akan mampu menjadi desa yang berkemajuan dan mencerahkan.

“Kita harus tetap wajib melaksanakan yang namanya mapping atau pemetaaan kondisi masyarakat, supaya ini sekaligus akan menjadi pembekalan ketika di lapangan untuk bagaimana caranya kita terus kreatif dan inovatif melakukan langkah pembinaan dan sebagainya dan masyarakat pun akan ikut mendukung,”tambahnya.

Ia berharap, LPPM Unmuh Babel juga akan terus berkomitmen melaksanakan program ini dengan sebaik-baiknya. Mampu menjadikan setiap permasalahan yang di temukan di lapangan sebagai tambahan wawasan dan tetap terus belajar untuk menambah ilmu dan bekal diri.

”Tetaplah jalin sinergi dengan berbagai pihak termasuk dengan pemerintah dan staekholder terkait, karena kalau mau berkemajuan ya harus seperti itu. Sebab kita pun sudah tau bahwa persoaalan kehidupan masyarakat kita dewasa sekarang ini tingkat kerumitannya semakin kompleks, terlebih lagi kalau sudah menyangkut persoalan ekonomi, pendidikan, sosial dan lainnya dan untuk menyelesaikan ini tidak mungkin hanya sendiri-sendiri,”sebutnya lagi.(Humas/ Unmuh Babel)

No Comments

Add your review

Your email address will not be published.