Enter your keyword

post

Dusun Pejem, Perjuangkan HPL Untuk Pengembangan Kawasan Berkelanjutan

Kepala Desa Gunung Pelawan Kecamatan Belinyu Kabupaten Bangka, Tjhung Kim, menerima kunjungan Tim Program Bina Desa Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Muhammadiyah (Unmuh) Bangka Belitung, Rabu (10/03) yang dikomandoi oleh Bendahara LPPM Unmuh Babel,Fitri Apriani sekaligus mewakili Kepala LPPM Unmuh Babel, Dzihan Khilmi Ayu Firdausi, beserta tim lainnya.

Dalam kesempatan ini, kepala desa yang akrab disapa Kim ini juga menceritakan terkait kondisi wilayahnya, terutama Dusun Pejem dan Pejem Utara yang masih sangat membutuhkan perhatian dan dukungan pemerintah dan staekholder.
Ia menyebut bahwa salah satu persoalan di dusun ini adalah mengharapkan agar wilayah seputaran Hutan Lindung Pantai yang sudah lama di huni sebanyak 200 kepala keluarga (KK) dengan jumlah lebih dari 1000 jiwa, dapat segera dialih fungsikan dan direalisasikan menjadi kawasan “ Hak Pengelolaan “ atau HPL.

“Kami sudah sejak lama mengharapkan hal ini, terlebih di sana sudah banyak sekali terbangun kokoh rumah-rumah penduduk, tetapi hak bagi mereka terutama untuk membuat legalitas kepemilikan surat tanah dan sejenisnya masih terkendala, mengingat status kawasan tersebut yang masih dijadikan kawasan hutan lindung pantai,”ujarnya.

Oleh karena itu, menurut Kim persoalan yang sudah berlarut-larut ini dapat segera terjawab melalui dukungan pemda dan pihak terkait lainnya. Bahkan termasuk adanya dukungan bantu menyuarakan dari Unmuh Babel selaku perguruan tinggi melalui Caturdarma pengabdian masyarakatnya. Sehingga ia berharap persoalaan ini tidak lagi hanya sekedar jadi wacana, namun jadi harapan pasti bagi masyarakat Dusun Pejem dan Pejem Utara.

Mudah-mudahan ke depan ini bisa di realisasikan, setelah dilakukan kunjungan dan observasi lebih lanjut. Bahkan sebelum-sebelumnya Kim juga mengaku sudah menyampaikan ini kepada pihak Pemda Bangka. Tetapi menurut Pemda, apabila luasan pemukiman itu begitu luas, maka ini bukan ranahnya tetapi sudah menjadi ranah dan kewenangan kementerian agraria/ kehutanan di tingkat pusat.

“ Hingga saat ini area pemukiman penduduk yang kita maksudkan memang masih berada di tengah-tengah kawasan hutan lindung pantai yang dimaksud. Padahal kita berharap semuanya bisa segera di clearkan oleh para pemangku jabatan, makanya kami terus menyampaikan suara permohonan ini, agar segera di perjuangkan termasuk oleh Pemda, DPR dan DPRD, supaya masyarakat Dusun Pejem bisa segera memiliki legalitas kepemilikan status rumah dan lahan di wilayah yang sekarang mereka huni berikut pengembangan pembangunan kawasan berkelanjutan,”sebut Kim lagi.(Humas/Unmuh Babel)

No Comments

Add your review

Your email address will not be published.