Enter your keyword

post

Rektor Unmuh : Saya Punya Cara Unik, Hadapi Mahasiswa “Unik” dan ber IPK di bawah Rata-rata

Rektor Universitas Muhammadiyah Bangka Belitung, Fadillah Sabri,S.T., M.Eng hadir menjadi Keynote Speaker dalam Talkhshow Integrated Career Day 2021 yang diselenggarakan dalam rangka Milad SMA Negeri 1 Sungailiat Kabupaten Bangka, Rabu (24/02).

Alumni SMA Negeri 1 Sungailiat Tahun 1990 ini pun blak-blakan, bahwa ia termasuk salah satu siswa yang bandel dan bertifikal tak bisa diam kala itu. Bahkan guru-guru sudah hafal kebiasaannya yang sering kali terlambat mengikuti apel upacara bendera di sekolah.
”Saya itu sering terlambat mengikuti kegiatan upacara bendera di sekolah, padahal rumah saya juga tidak terlalu jauh dari sekolah. Makanya saya juga pernah di hukum guru bahkan saya masih ingat sampai kini saat pernah di damprat guru,”ujar pria 49 tahun ini dihadapan para guru dan para siswa se pulau Bangka yang hadir.

Namun dibalik itu semua, Fadillah mengaku bahwa ia merupakan anak ke-4 dari 12 bersaudara yang sejak kecil juga sudah kehilangan sosok ayah tercinta untuk selama-lamanya. Namun hal ini tidak membuat sosok sang ibu mengeluh memberikan pengasuhan dan pendidikan yang terbaik kepada semua anak-anaknya.Bahkan perjuangan ibulah yang berhasil menjadikan anak-anaknya menjadi orang-orang yang sukses hingga saat ini.

“Meskipun saya nakal, tetapi saya sangat patuh dengan perintah ibu saya, sebab berkat kasih sayang, doa beliau lah, yang saya jadikan keramat hidup saya, sehingga saya bisa sampai mencapai derajat kesuksesan sampai saat ini. Demikian pun di sekolah, saya yang merupakan anak kelas IPA jurusan Fisika bisa membuktikan bisa mencapai prestasi terbaik, karena bagi saya pendidikan itu sangat penting dan kepercayaan orang tua terutama Mak saya adalah segala-galanya yang tak boleh disia-siakan. Dan saya juga aktif menjadi pengurus di berbagai kegiatan organisasi sekolah bahkan sampai di perguruan tinggi hingga saat ini,”sebut Alumni Pasca Sarjana (S2) Universitas Gadjah Mada Yogyakarta ini.

Alumni Strata 1 (S1) Universitas Islam Indonesia (UII) Yogyakarta yang selalu berprinsip ingin memberi dan berkontribusi positif bagi agama bangsa dan negara ini, juga telah mampu membuktikan dedikasi besarnya, yakni bersama-sama pejuang pendidikan Babel lainnya termasuk sang kakak tertuanya Dr. Asyraf Suryadin,M.Pd yang kini menjabat selaku Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Bangka Belitung dan mantan Ketua STKIP Muhammadiyah Bangka Belitung telah berhasil mendirikan 4 (empat) pergurun tinggi di Bangka Belitung yakni, STTP 12, UBB, STKIP Muhammadiyah dan Unmuh Babel. Kini Fadillah Sabri mengaku hanya ingin fokus mengabdi memajukan Universitas Muhammadiyah Bangka Belitung.

“Saya selalu punya filosofi dalam hidup saya untuk mengingatkan diri saya, keluarga saya dan juga membaginya sebagai motivasi termasuk bagi semua mahasiswa saya, bahwa dalam hidup ini, lebih baik hampir gagal, daripada hampir berhasil, sebab kalau orang hampir gagal berati dia berhasil. Tetapi orang yang hampir berhasil berati dia gagal, makanya jangan pernah bangga jadi orang yang hampir berhasil dan jangan pernah kecewa kalau anda dikatakan hampir gagal. Karenanya lebih baik hampir masuk neraka, daripada hampir masuk surga.,”ujar tokoh Mubalig Bangka Belitung.

Suami dari Dekan Fakultas Ekonomi Universitas Bangka Belitung (UBB), Dr. Reniati, S.E., M.Si ini juga mengaku ini selalu memotivasi pribadinya menjadi orang yang senantiasa bisa memberikan kemanfaatan bagi keluarga, agama bangsa dan negara. Sebab ketika seseorang memberi karena ia di minta, maka itu adalah hal biasa, tetapi akan menjadi luar biasa ketika seseorang itu mampu memberi walaupun tidak diminta.

”Saya juga komitmen pada konsep belajar ilmu terpadu yakni berilmu amaliah dan beramal ilmiah. Karena hanya konsep inilah yang akan senatiasa memadukan iman, ilmu dan amal. Dan inilah yang saya akan terus bumikan dimana pun saya mengabdi termasuk di Unmuh Babel,’tambah ayah 5 orang anak ini.

Dosen ilmu teknik sipil ini juga memiliki cara unik menghadapi dan berkomusikasi dengan para mahasiswa uniknya dari yang ber IPK di bawah rata –rata hingga mahasiswa nakal. Ia selalu memberikan support dan kesempatan kepada setiap mahasiswanya untuk mengejar pencapaian Indek Prestasi Kumulatif (IPK) terbaik. Namun demikian pun bagi mahasiswa yang IPKnya di bawah rata-rata, ia justeru memberikan penghargaan.

” Kalau yang IPKnya di bawah rata-rata jangan pernah sampai merendahkan apalagi mencaci, sebab tidak ada yang tau bahwa mereklah yang akan menjadi pengusaha-pengusaha sukses. Sebab itu saya selalu memberikan penghargaan kepada mereka yang IPKnya di bawah standard. Saya selalu memberikan kesempatan kepada mereka yang ketika kuliahnya di cap kurang baik, bandel dan sebagainya, saya selalu siap membimbing, sebab sekali lagi saya yakin kalau mereka inilah yang akan mampu menjadi manusia-manusia hebat , yang penting mereka harus aktif , karena keaktifan itu penting. Dan perihal ngurus mahasiswa itu memang MasyAlloh, tapi dengan cara saya alhmadulilah se unik-uniknya mereka tadi semua bisa lulus juga akhirnya,”tambah pria yang kini masih aktif menjabat sebagai Sekretaris Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Bangka Belitung tersebut.

Sosok ustad yang akrab disapa Ustad “Tukang Ngulun” ini juga mengaku mulai masuk menjadi mahasiswa UII Yogyakarta tahun 1990 kemudian bergabung menjadi Anggota Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) UII Yogyakarta tahun 1991. Ketua dewan mahasiswa UII Komisi IV pada tahun 1992 yang membidangi semua bidang administrasi dan keuangan selama 4 tahun. Pengurus di BKPRMI di Yogyakakarta dan masih banyak lagi organisasi lainnya hingga saat ini termasuk Ketua Forum Daerah Aliran Sungai (Fordas) Provinsi Bangka Belitung.

” Saya juga pernah menjadi the young leader, yang waktu itu kami di kumpulkan di UGM , kemudian saya dilatih bagaimana menjadi pemimpin masa depan. Sehingga sampai saat ini saya selalu ingin jadi ketua, jadi pemimpin, yakni pemimpin yang baik. Sebab pemimpin baik dan sukses itu adalah apabila pemimpin ia juga bisa memberikan nasehat kebaikan bagi dirinya, keluarganya dan mengajak (tukang ngulun) orang lain juga untuk mencari ilmu dan mengamalkanya sebagai amal kebajikan, yang senatiasa orientasinya mencari Rhido Alloh SWT sebagai bekal mencapai keselamatan dunia dan akhirat,”dorongnya lagi.(Humas/ Unmuh Babel).

No Comments

Add your review

Your email address will not be published.