Enter your keyword

post

Ustad Anam : Perbanyaklah Takut dan Berharaplah Banyak Hanya Kepada Alloh SWT

Pimpinan Pondok Tahfiz Al-Qur`an Darul Fatah Jl. Dahlia Bukit Merapin Kota Pangkalpinang, Ustad Khusnul Anam, Lc berkesempatan hadir dan memberikan tausiah dalam kegiatan Kajian Rutin Lembaga Studi Islam Dan Kemuhammadiyahan (LSIK) Universitas Muhammadiyah (Unmuh) Bangka Belitung dengan tema “ , Pendidikan Islam Berkemajuan Integrasi Ilmu Amal dan Dakwah”, Jumat(20/02).

Dihadapan para dosen dan staf Unmuh Bangka Belitung, ustad Anam mengajak untuk senantiasa banyak mengingat kasih Sayang Allah SWT. Dalam menjalankan kehidupan ini maka wajib ada rasa takut dan harap kepada Alloh SWT semata. Dan kedua hal ini harus di jalankan secara seimbang dalam kehidupan ini demi mendapatkan rhido Alloh SWT.

Yakinlah bahwa hanya Alloh SWT yang paling berhak menentukan nilai dari amalan seseorang, tetapi Alloh SWT Yang Maha Terpuji selalu memerintahkan kepada hamba-hambanya untuk berikhtiar, sebab Alloh juga tidak akan mungkin menyia-nyiakan amalan seorang hambanya.

Boleh jadi salah satunya akan diberikan rahmat , kasih sayang bagi hamba-hambanya yang soleh, yang dihatinya ada rasa takut kepada Alloh SWT. Hamba tersebut akan khawtir amalnya itu tidak diterima oleh Alloh SWT dan sadar betul bahwa kita akan kembali kepada Alloh SWT, Dzat yang menciptakan dirinya.

Ada rasa takut dalam setiap melakukan perbuatannya, termasuk amal baik, ia tidaklah langsung merasa aman, nyaman bahwa amalnya sudah diterima oleh Alloh SWT. Sehingga ia akan menjadi insan yang senatiasa berharap amal perbuatan atau amalnya tersebut diterima dan mendapatkan rhido dari Alloh SWT.

”Sehingga seorang manusia itu harus menjalani hidupnya dengan dominannya memupuk rasa takut dan rasa harap semata-mata karena Alloh SWT. Dan diantara rasa takut dan harapan jangan sampai ada yang lebih dominan,”sebutnya.

Ustad Anam juga menyebut bahwa, jika hanya takut saja yang ada, apalagi berlebihan, maka dikhawatirkan akan muncul putus asa, suuzon (buruk sangka dan banyak contoh keputusasaan. Padahal sikap seperti ini juga bisa memuculkan dosa besar. Karenanya harus ada yang menyeimbang.

Sebab demikian juga yang ada hanya harap akan menimbulkan ujub (bangga berlebihan pada dirinya atau amal baiknya), sehingga cenderung setiap melakukan perbuatan, seseorang tersebut tidak akan merasa terganggu ,walaupun sebenarnya perbuatannya tersebut juga bisa menimbulkan dosa, dan hilang lah amalan baiknya.

“Melalui takut dan harap inilah Alloh SWT juga menunjukan Kekuasaannya dan Kasih Sayangnya dengan senantiasa mengingatkan kepada hamba-hambaNYA untuk senantiasa menjalankan aturan kehidupan ini sesuai dengan tata cara yang dirhidoiNYA,” pesan alumni Universitas Kairo Mesir yang satu ini.

Seorang hamba yang beriman juga akan senantiasa takut akan goncangan maha dahysat saat datangnya hari kiamat dan selalu berharap selamat dalam pengadilan Alloh SWT di Yaumil Akhir. Ia akan terus belajar berikhtiar menjaga keimanan dan ketaqwaannya kepada Alloh SWT.

”Takutlah akan datangnya hari Kiamat, belajar lah dari musibah-musibah atau bencana yang sekarang ini begitu sering kali terjadi. Sebab boleh jadi Alloh SWT mendatangkan musibah ini untuk senantiasa mengingatkan manusia agar bertaubat kembali ke JalanNYA.
Alloh SWT sudah mengingatkan kepada setiap hamba-hambanya melalui firmanNYA di dalam Al-Qur`an Nur`Karim. Sehingga karena itu bagi orang beriman yang senantiasa takut dan berharap kepada Alloh SWT bahwa Al-Qur`an adalah pedoman hidup yang isinya Kasih Sayang Alloh SWT.

Sebab di dalam Al-Qur`an telah dijelaskan tentang kabar-kabar baik, pahala berupa tingkatan-tingkat Surga Yang Maha Indah disediakan oleh Alloh SWT bagi orang-orang beriman. Begitupun pun di dalam Al-Qur`an juga Alloh SWT telah mengingatkan kepada manusia akan pedihnya azab neraka kepada manusia yang membangkang kepada kepada semua perintah Alloh SWT.

Al-Qur`an adalah pedoman petunjuk dari Alloh SWT agar manusia senantiasa takut dan berharap kepada Alloh SWT.Oleh karenanya mari terus ikhtiar menjadi seorang hamba, seorang muslim yang menjujung kebenaran dalam setiap perbuatan dan lisan yang dilakukan, wajib mengimani kepada Alloh SWT Yang Maha Ghaib. Senantiasalah takut dan berharap bahwa segala perbuatan apapun di muka bumi ini akan tercatat dan tak ada yang tak terhakimi saat di Yaumil Akhir nanti.

Teruslah takut dan berharap semata-mata kepada Alloh SWT, agar Alloh SWT Yang Maha Rahman (Maha Pengasih) Maha Ghofur(Maha Pengampun) senantiasa mengukuhkan, meridhoi hidup ini dalam Iman dan Islam sampai hari kiamat.

Mari menjadi muslim yang senantiasa minta di istiqomahkan hati dan imannya. Tidaklah mengerjakan kebaikan, lalu ujub karena merasa sudah aman , amalnya diterima dan bebas dari dosa. Tapi jangan pula takut atau putus asa dari rahmat dan ampunan dari Alloh SWT.

“Jadilah pribadi yang senantiasa menjadi Da`i yang akan mengingatkan kebaikan untuk dirinya dan mengajak orang lain juga mengejarkan amal baik amal soleh, takut dan selalu berharap kepada kasih sayang dan ampunan Alloh SWT. Sebab esensi dari Pendidikan Islam Berkemajuan adalah bagaimana kita senantiasa mampu untuk mengintegrasikan Ilmu Amal dan Dakwah sebagai jalan keselamatan nanti di Pengadilan Alloh SWT,”ajak Ustad Anam lagi.(Humas/ LSIK Unmuh Babel)

No Comments

Add your review

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.