Enter your keyword

post

Beramal Dengan Akal dan Kebaikan, Isi Kuliah Subuh Wakil Rektor UMY di Muhajjirin Pangkalpinang

Wakil Rektor Universitas Muhammadiyah (UMY) Jogyakarta sekaligus Majelis Pendidikan Tinggi Penelitian dan Pengembangan (Diktilitbang) Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah, Prof. Dr. H. Achmad Nurmandi, M.Sc., Jum`at (19/02) berkesempatan memberikan kuliah subuh di Masjid Muhajirin Jl.Balai Pangkalpinang.

Hadir juga dalam kesempatan ini Rektor Unmuh Babel sekaligus Sekretaris Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Bangka Belitung , Fadillah Sabri, Wakil Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Membidangi Majelis Ekonomi, H. Warsangka dan sejumlah pengurus dan kader pemuda Muhammadiyah Babel lainya.

Pria kelahiran Belinyu Kabupaten Bangka ini kembali mengajak kepada seluruh kader untuk terus mampu bekarya lebih banyak dan memberikan kontribusi terbaik bagi kepentingan agama, masyarakat bangsa dan negara. Hal inilah pula yang akan selalu dilakukan oleh oganisasi besar Muhammadiyah dimanapun berada.

“Muhammadiyah itu adalah berbuat amal untuk menghasilkan sesuatu yang terbaik dan memberikan kebermanfaatan demi kemasalahatan umat dan bangsa.”Contohnya kita tidak mengisi absensi atau hadir di dalam sebuah lembaga ataupun di dalam masjid Muhajjirin yang megah ini, melainkan kita juga dituntut untuk berbuat memakmurkan masjid ini,”ujarnya.

Peneliti sekaligus Pakar Ahli Ilmu Pemerintahan ini juga mengajak kepada seluruh kader, baik pengikut, pengurus maupun simpatisan Muhammadiyah yang ada di Provinsi Bangka Belitung untuk senantiasa menanamkan semangat untuk berbuat kebaikan.

”Tapi dalam melakukan atau berbuat itu juga harus dilakukan menggunakan akal. Oleh karena itu dalam matan keyakinan Muhammadiyah bahwa beragama itu harus menggunakan akal dan tidak cenderung hanya asal berbuat.Contohnya adalah kenapa Muhammadiyah juga menduikung pemerintah menggunakan masker ? jawabnya adalah karena ada akal dan ada ilmunya,”tambahnya.

Untuk bisa beramal, maka juga perlu berorganisasi.Oleh karena itu di Muhammadiyah itu juga ada yang namanya cabang, ranting, Amal Usaha Muhammadiyah (AUM), Majelis, Ortom. Karena ini adalah tubuh dari organisasi Muhammadiyah. Sebab tidak mungkin juga, kita mau berbuat baik tanpa ada organisasi yang baik.

“Muhammadiyah itu akan terus berbuat dan bergerak, bahkan sejak pandemi covid-19 melanda negara ini, Muhammadiyah tanpa di suruh pemerintah pun, sudah berbuat memberikan sumbangsihnya termasuk dengan menggelontorkan dana tidak kurang dari 400 miliar untuk berbagai upaya penanggulangan dampak covid-19 di Indonesia. Sebab sejatinya seorang kader Muhammadiyah itu selain dituntut militan, peduli, berakal dan juga harus inovatif dan terampil dalam berorganisasi. Yakni kader organisasi yang mampu memberikan peran, mengayomi untuk betul-betul beramal kebaikan bagi kepentingan agama, masyarakat bangsa dan negara,”dorongnya lagi..(Humas/Unmuh Babe)

No Comments

Add your review

Your email address will not be published.