Enter your keyword

post

Ketapang Menuju Bebas Kumuh, Minimalisir Putus Sekolah- Pernikahan Dini, LPPM Unmuh Babel Dituntut Berperan

Kelurahan Ketapang Kecamatan Pangkalbalam Kota Pangkalpinang seluruh jajaranya memang sudah saatnya satu komando untuk terus berupaya menggerakkan potensi yang ada di daerahnya dalam mewujudkan Kelurahan Ketapang bertumbuh sekaligus menjadi Daerah Bebas Kumuh termasuk di Kampung Pangkalarang yang menjadi basis perhatian pemerintah di Kelurahan Ketapang.

Daerah pesisir di pinggiran Kota Pangkalpinang ini memang masih kontras sosial dengan persoalan pemukiman padat penduduk, belum bebas kumuh, rumah susun sewa ( Rusunawa) dan kondisi perekonomian masyarakat yang masih lemah, tingkat pendidikan masih rendah hingga meningkatnya angka pernikahan dini ditambah kondisi lingkungan yang tercemar akibat adanya aktivitas penambangan liar dialur Sungai Pangkalarang dari para pihak yang mengklaim memiliki kuasa atas lahan tersebut. Padahal selama ini masyarakat nelayan cenderung mengeluhkan kondisi ini, salah satunya adalah sangat menganggu aktivitas keluar masuk kapal dan rusaknya ekosistem sungai.

Orang nomor satu di Kelurahan Ketapang, Riski Romadhon saat menerima kunjungan Ketua Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Muhammadiyah (Unmuh) Bangka Belitung, Dzhihan Khilmi Ayu Firdausi,M.Pd.Pjs beserta rombongan di kantornya, Selasa(16/02) mengaku tetap optimis, perihal kondisi Kelurahan Ketapang termasuk Pangkalarang yang terus berjuang keras untuk berubah lebih baik meskipun memang tak mudah.

Lurah Ketapang yang satu ini menyebut, bahwa selama ini Ketapang memang dikenal sebagai centra kawasan industri di Kota Pangkalpinang ini juga diharapkan harus bangkit kembali di tengah pandemi covid-19 termasuk bagi para pelaku usaha perikanan hingga UMKMnya. Kehadiran LPPM Unmuh Babel di sambut baik sekaligus diharapkan pada praktek program bina desa di wilayah ini nantinya, betul-betul dapat mendampingi masyarakat Kelurahan Ketapang termasuk Kampung Pangkalarang yang semakin berkemandirian.

LPPM Unmuh Babel juga dapat membantu mendampingi serta menjembatani aspirasi masyarakat serta merubah cara pandang terhadap pentingnya mengenyam pendidikan hingga ke jenjang pendidikan lebih tinggi. Sebab dengan kualifikasi pendidikan lebih baik inilah yang akan beriringan untuk menumbuhkan kesadaran dan pola pikir para sdm di Kelurahan Ketapang termasuk di Pangkalarang bisa terus bergerak bersama-sama membangun daerah ini dari segala aspek.

” Saya yakin dengan berfokus kepada pendidikan juga salah satunya diharapkan akan mampu meminimalisir dampak pernikahan usia dini di Kelurahan Ketapang khususnya yang selama ini telah dilakukan dengan berbagai upaya juga termasuk bekerjasama dengan Program Kampung BKKBN Provinsi Babel.Kalau kualitas sdm kita bagus, maka InshaaAlloh saya yakin kita akan punya modal yang lebih baik dan bisa dihandalkan ke depannya sebagai tongkat estapet mengelola daerah pesisir kita ini,”sebut Riski lagi.

Lurah yang satu ini menyebut sampai sekarang daerah Kelurahan Ketapang termasuk Pangkalarang memang masih dihadapkan dengan sejumlah persoalan seperti halnya tingkat pendidikan yang masih rendah dan memicu terjadinya pernikahan dini yang meningkat.

” Kami juga terus berupaya bagaimana agar daerah kami yang notabenenya memang daerah pesisir di pinggiran ibu kota ini berubah menjadi daerah bebas kumuh.Dan karenanya kami sangat mendukung rencana pemerintah kota untuk meningkatkan kualitas pembangunan santitasi maupun jalan setapak dan lainya di wilayah kami, karena ini adalah salah satu target kami keluar dari persoalan kekumuhan.

Ditambahkan Riski, bahwa Pemkot juga sudah menyalurkan bantuan sosial tunai kepada masyarakat yang terdampak covid-19. Upaya ini telah tercover di seluruh wilayah RT/RW pemerintah Kelurahan Ketapang termasuk Pangkalarang.Upaya keras di tengah menghadapi wabah covid-19 ini, tetap bergerak termasuk mengajak peran serta para staekholder yang ada. Seperti kemarin dari pihak AIRUD telah membantu menyiapkan sarana perpustakaan, BNN Kota Pangkalpinang yang terus mengajak masyarakat untuk perang melawan narkoba, PT.Timah, BKKBN dan lainnya.

” Ada banyak cara yang terus kami tempuh untuk membantu kondisi masyarakat di tengah pandemi covid-19, seperti mengaktifkan kualitas jaringan wifi, sehingga anak-anak bisa lebih mudah belajar darring online. Dinas Pertanian dengan program kelompok wanita tani ( KWT) Kelurahan Ketapang, dinas perikanan juga mengandeng masyarakat nelayan hingga umkm mengelola produk hasil laut, mendorong budidaya tambak yang di konsentrasikan gubernur dengan memberi bibit ikan, dinas pemukiman juga membantu rumah layak huni, membangun jalan setapak dan sebagainya,”tambah Riski mengaku tetap optimis daerahnya bisa berkembang lebih baik ke depan.
Sementara itu Kepala LPPM Unmuh Babel, Dzihan Khilmi Ayu Firdausi juga berharap mendapatkan dukungan dari pihak pemerintah dan masyarakat Kelurahan Ketapang termasuk di daerah basis pembinaan utama yakni Kampung Pangkalarang guna mensukseskan Program Bina Desa Unmuh Babel ini.

“Kita mengharapkan dukungan semua pihak untuk memetakan sejumlah persoalan sosial, ekonomi, pendidikan maupun program-program pembangunan yang ada di masyarakat termasuk lingkungan hidup di Kelurahan Ketapang termasuk Pangkalarang Pangkalpinang ini, karena saya yakin dengan perhatian besar dari pemerintah Kota Pangkalpinang maupun provinsi, kalangan staekholder, mitra pemerintah, CSR perusahaan di tambah dukungan, pendampingan dan bakti perguruan tinggi, maka daerah ini bertahap akan mampu bangkit dengan wajah baru Kelurahan Ketapang termasuk Pangkalarang lebih cantik ke depanya”ujar Dzihan.

Dosen Program Studi Pendidikan Jasmani, Kesehatan dan Rekreasi ( PJKR) Unmuh Babel yang satu ini mengaku optimis dengan pola pendampingan yang tepat dan dilakukan secara continue, trend pengelolaan wilayah termasuk pola pengembangan ekonomi, pemasaran potensi produk Kelurahan Ketapang akan bangkit lebih baik dari segala permasalahannya.

” Terlebih tadi kita juga sudah mendengar sendiri dari lurah dan perangkatnya bahwa banyak langkah-langkah startegis jangka pendek, menengah dan panjang yang akan dilakukan di daerah ini termasuk misalnya dengan pengembangan sentra pelabuhan, destinasi wisata pesisir plus di kombinasikan pelestarian budaya khas masyarakat seperti Perayaan 1 Muharam, pemberdayaan nelayan, UMKM dan sebagainya,” kata Dzihan optimis.(Humas/LPPM Unmuh Babel)

No Comments

Add your review

Your email address will not be published.