Enter your keyword

post

Rektor Unmuh Babel : Ulama Yang Paham Eksistensi Alloh SWT, Langka, Mukmin Haus dan Rindu Mereka

Ustad Fadilah Sabri,S.T.,M.Eng mengisi Khutbah Jum`at (29/01) di Masjid Muhajirin Jl.KH.Adhari/ Jl.Balai Kota Pangkalpinang. Mubalig Bangka Belitung yang juga sekaligus Rektor Universitas Muhammadiyah Bangka Belitung tersebut dalam khutbahnya mengajak kepada seluruh umat muslim di Bangka Belitung khususnya untuk senantiasa mampu memotivasi diri agar mencapai kusuksesan dunia dan kesuksesan hakiki yakni akhirat.

Sebab Alloh SWT melalui utusannya yakni para nabi sampai kepada kekasihnya nabi Muhammad SAW sebagai Waliyullah yang terakhir juga senatiasa mengingatkan kepada kaum yang beriman untuk hendaklah lebih banyak lah menyibukkan diri dalam berikhtiar menggapai kesukseskan hakiki ini. Meskipun perjuangan untuk mencapainya sangat lah berat.

Bahkan ini sudah dibuktikan oleh para nabi dan para pengikutnya termasuk para ulama- ulama besar yang sampai akhir hidupnya, tetap istiqomah, konsisten dan berani meneggakan kebenaran akan agama Alloh SWT meskipun di tengah zaman dan di pimpin penguasa yang zolim.

“ Yang kita rindukan adalah para ulama khosh, bukan ulama atau ustad berias pencitraan dan hoax. Ini sebuah hal yang sangat di rindukan kehadirannya di era modern ini. Bumi dan langit ” modern” ini sudah sangat haus dan merindukan kehadiran para ulama yang memahami eksistensi Alloh, keberadaan Alloh dan memiliki paham secara mendalam akan ilmu tentang keberadaan Tuhan,”sebut Ustad Fadilah dihadapan ratusan pasang mata Jama`ah Masjid Muhajirin yang hadir.

Banyak orang dengan MUDAH mengklaim dirinya sebagai ustad di era ini, padahal sejatinya orang- orang yang mendapatkan julukan ulama bukanlah hanya sekedar karena hafal Al-Qur`an , hafal banyak hadist, tetapi mereka juga memperjuangkan agama Alloh SWT.

“Ulama adalah garda terdepan dalam membela agama Alloh. Garda terdepan untuk menunjukan eksistensi Amar Makrub Nahi Mungkar. Ulama hakekatnya adalah mereka yang berani untuk menyatakan kebenaran kepada siapa pun, bahkan kepada sang penguasa sekalipun, sebab jihad yang paling besar adalah jihad untuk mengatakan kebenaran di depan para penguasa,”ujar Rektor Universitas Muhammadiyah Bangka Belitung ini.

Fadilah Sabri mencontohkan salah satunya, adalah bagaimana beratnya ujian yang diterima nabi Musa Alaihissalam dalam menyampaikan kebenaran dan menghadapi pemimpin zolim laknatullah Firaun. Ketika nabi Musa diperintahkan oleh Alloh untuk menyerukan dakwah kepada Firaun.Tentu sebagai manusia juga ada rasa khawatir di dalam hati nabi musa saat itu.

Tapi Alloh memberikan nabi musa Irham, sehingga dia senantiasa melapaskan kalimat-kalimat untuk meneguhkan hatinya, memantapkan lisannya. Nabi Musa berdoa Robbisrohli Sodri wayassirli amri wahlul ‘uqdatanmillisani yafqohu qouli. (Ya Allah lapangkanlah dadaku, mudahkanlah urusanku dan lancarkanah lidahku agar mereka memahami perkataan ku).Lewat doa ini, Nabi Musa senantiasa memohon kepad Alloh SWT untuk diberikan kemantapan hati, kelapangan hati dan kepasihan lisannya untuk menyampaikan yang hak kepada Firaun laknatullah.”

“Tidak mudah memang wahai saudara ku menyampaikan kebenaran kepada para penguasa, karena hanya ulama sesungguhnya lah yang berani mengatakan hal tersebut dan ulama itu hanyalah ulama yang takut kepada Alloh, yang tidak takut kepada siapa pun dan apapun selain Alloh,” ujarnya.

Ulama yang kita rindukan adalah ulama yang tidak tunduk di iming-imingi dengan kekuasaan, di imingi dengan harta dunia. Karenanya banyak ulama-ulama yang sejarah telah mencatatnya, para hakim-hakim mahzab, yang rata-rata mereka berhadapan dengan penguasa.
Bahkan Imam Syafie pernah dipenjara , Abu Hanifah pernah dipenjara , semua ulama-ulama besar dunia yang hingga kini tetap menjadi pencerah bagi kita semuanya, yang kalimat-kalimatnya, yang kata-katanya , yang tulisannya yang sampai hari ini masih dijadikan refresensi di dalam memahami agama Alloh SWT.

Keberadaan para ulama “sejati” yang langka di zaman ini, sangat kita rindukan saat ini , ulama yang khosht yakni yang betul-betul takut, senantiasa mengkhawatir dirinya kepada Alloh SWt, sehingga Alloh rhido kepada mereka dan mereka pun rhido kepada Alloh. Demikianlah balasan kepada mereka yang khost, yang takut kepada tuhan mereka.

”Yang ingin saya katakan disini adalah, meskipun berilmu, meskipun banyak menghafalkan hadist-hadist rasul, banyak menghafalkan Al-Qur`an, akan tetapi jika ilmu yang kita miliki tidak mampu membuat untuk benar-benar khost kepada Alloh, maka itu bukan lah ulama,”ujarnya.

Sebab seorang hanyalah seorang ulama Mamdud yang berani memperjuangkan agama Alloh.Namun di zaman ini justeru mereka “langka” bahkan banyak yang satu persatu di ambil kembali oleh Alloh, sedikit sekali orang-orang yang berani mengungkap kebenaran dan mencegah kemungkaran.

”Kita di Indonesia, satu persatu ulama besar, yang istiqomah meneggakkan kebenaran, agama Alloh telah di panggil kembali pulang oleh Alloh SWT. Sebetulnya bagi orang-orang beriman jelas ini sebagai pengingat kepada umat manusia, bahwa menjelang akhir dunia, akan banyak ulama-ulama yang solih, alim, diangkat Alloh SWT ke atas langit dan saat itu manusia akan dibiarkan semakin dalam kesesatan dan bingung,”ujarnya.

Karenanya wajib bagi setiap muslim untuk menjaga ulama, melindungi ulama, jangan sampai mereka di zolimi, disakiti. Wahai kaum muslimin, jangan sekali-kali menyakiti ulama, jangan mengusik ulama, mengkhianati mereka, karena Alloh SWT dan RosulNYA, senantiasa mengingatkan untuk betapa pentingnya menghargai orang-orang alim yang takut kepad Alloh SWT.
Rasulullah SAW pernah bersabda, bahwa “akan hadir suatu masa atas umatku, mereka menjauh dari para ulama dan fuqaha, maka Allah akan memberikan cobaan kepada mereka.

Ada 3 cobaan yang diberikan Alloh SWt, yaitu: Allah akan menghilangkan berkah dari rezekinya, Allah akan mengirim kepada mereka penguasa yang zalim dan Mereka akan meninggalkan dunia tanpa membawa iman kepada Allah Ta’ala.

Al-Habib Abu Bakar Masyhur juga dalam satu nasihatnya mengatakan sebagaimana sabda Rasulullah SAW: “Ulama itu adalah lampu-lampu di bumi, sebagai pengganti para nabi, mereka adalah pewarisku dan pewaris para Nabi.

” Dalam Surah Al-Fathir ayat 28 Allah berfirman: “Sesungguhnya yang takut kepada Allah di antara hamba-hamba-Nya, hanyalah ulama. Sesungguhnya Allah Maha Perkasa lagi Maha Pengampun. Oleh karena begitu beratnya tugas ulama sehingga Nabi Muhammad SAW juga memerintahkan kepada umatnya untuk memuliakan para ulama “Muliakanlah ulama, Maka sesungguhnya mereka itu di sisi Allah adalah orang-orang yang mulia dan dihormati”.( Ustad.Fadilah Sabri,S.T.M.Eng)

No Comments

Add your review

Your email address will not be published.