Enter your keyword

post

Prodi PJKR Unmuh Babel Diminta Ikut Berkontribusi Bagi Eksistensi Olahraga Tradisional

Lokakarya Visi-Misi Program Studi Pendidikan Jasmani Kesehatan dan Rekreasi Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (PJKR-FKIP) Universitas Muhammadiyah (UNMUH) Bangka Belitung, berlangsung di Ruang Diskusi Lantai-3 Gedung Rektorat Unmuh Babel,Kamis (28/01).
Lokakarya ini juga dihadiri sejumlah pakar, mitra, organisasi, profesi dan pemerintah.

Seperti Ketua Majelis Dikdasmen PWM Babel, Edison Taher, Perwakilan Ketua Kadispora Provinsi Babel, Panji Utama, Perwakilan Ketua KONI Bangka Belitung Yanto, Ketua BAPOMI Babel Gatot Afrianto, alumi Prodi PJKR Debi Anggara, Perwakilan LPMP Babel Yanto, Ketua MGMP PJOK SMP Pangkalpinang Diah.SP, Ketua MGMP PJOK Bangka Tengah Fitra.I dan lainnya.

Dalam sambutanya Perwakilan Ketua KONI Babel,Yanto mengaku menyambut baik dan mengapresiasi kepada Prodi PJKR-FKIP Unmuh Babel yang telah menginisiasi terlaksananya kegiatan dan pertemuan lokakarya ini dengan para staekholder bidang keolahragaan dan satuan pendidikan di dalam merumuskan dan saling mendapatkan masukan di dalam merumuskan visi dan misi PJKR-FKIP Unmuh Babel hingga 2034.

“Kita berharap lulusan Prodi PJKR-FKIP Unmuh Babel ini nantinya akan menjadi sumber daya manusia yang tidak perlu diragukan lagi kontribusinya maupun kompetensinya, terlebih pada saat mereka sudah tiba di satuan pendidikan masing-masing dan menjadi guru,”harap Yanto.

Yanto juga berharap sdm pengajar maupun lulusan dari PJKR- FKIP Unmuh Babel ke depan akan ikut membantu untuk mengangkat kearifan lokal di Bangka Belitung yang terkait dengan olahraga tradisional. Sebetulnya muatan lokal di Babel ini terutama olahraga tradisionalnya ini cukup dinilai memiliki nilai keterampilan berfikir tingkat tinggi atau Higher Order Thingking Skills(HOTS).Sehingga olahraga tradisional ini juga telah mendapatkan apresiasi tinggi ditingkat nasional.

Ia mencontohkan salah satu olahraga tradisional yang dimiliki Babel adalah Lomba Balap Karung. Yang mana permainannya dilakukan dengan menggunakan media seperti karung sahang atau lada. Permainan ini harus dimainkan oleh dua orang secara bersama-sama dengan memegang 1 bola diantara keduanya. Permainan ini sangat menekankan pentingnya bagi kedua orang pemain tersebut untuk mampu dan kekompakan membangun koordinasi yang baik. Sedangkan pada cabang olahraga yang lain umumnya dilakukan dengan cara bermainnya yang sendiri-sendiri, meskipun dalam satu tim atau sifatnya kerjasama.

“ Jadi sebenarnya di Babel ini banyak yang bisa kita gali dan bisa membuat kita lebih cerdas termasuk melalu cabang-cabang olahraga tradisional seperti cabang Kacib atau Bilun dan sebagainya. Dan ini bisa saya maupun kita semua pahami dari hal-hal kecil bahkan mungkin tadinya juga kita kurang percaya diri namun sebetulnya sangat memiliki nilai yang bagus,”tambahnya.

Menyadari bahwa keberadaan cabang-cabang olahraga tradisional di Babel ini harus terus dijaga dan di teruskan oleh generasi-generasi muda, sehingga pihaknya pun mengaku sengaja mengumpulkan berbagai informasi sejarah tentang perjalanan olahraga tradisional Bangka Belitung dan merangkumnya ke dalam sebuah buku.

“Sehingga dengan buku ini saya berharap kita bisa meneruskan cerita tentang olahraga tradisional Babel di masa depan kepada generasi yang akan datang,”tambahnya.

Karenanya pula kita sangat saya berharap di mata pelajaran atau kuliah olahraga yang diajarkan kepada peserta didik tidak hanya memperkenalkan berbagai macam olahraga nasional atau internasional, tetapi juga cabang olahraga tradisional.”Sebab cabang-cabang olahraga tradisional ini di berbagai ajang olahraha nasional sudah mendapatkan apresiasi yang tinggi bahkan masuk di peringkat 10 besar ke atas. Namun sayang sekali sampai saat ini seperti tidak terekspos atau terangkat, sebab kita kekurangan sdm-sdm yang memang konsen untuk mengangkat cabang-cabang olahraga tradisional ini,” dorong Yanto.

Lanjutnya, berangkat dari persoalan yang ada tersebut, dirinya berharap para generasi muda di Bangka Belitung termasuk sdm dari prodi PJKR-FKIP Unmuh Babel dapat ikut memberikan kontribusinya untuk mengangkat dan mengharumkan kembali berbagai cabang-cabang olahraga tradisional Bangka Belitung.Upaya ini pun sebetulnya dapat dilakukan secara bersama-sama dengan tokoh-tokoh atau orang-orang yang memang masih memiliki kepedulian dan konsen untuk mengangkat olahraga tradisional Bangka Belitung.

“Oleh karenanya kepada kita semua, mari bersama-sama konsenkan bagaimana mengangkat kembali olahraga tradisional Babel tadi termasuk dari sdm Prodi PJKR-FKIP Unmuh Babel ini, supaya tidak hanya tujuannya mengangkat visi-misi kampus, namun juga lebih utamanya adalah bagaimana kita mampu memberikan dampak di dalam pengabdian kepada masyarakat terutama mengenalkan potensi daerah, nilai –nilai kearifan lokal, yang akan bisa di bawa ke tingkat nasional bahkan internasional,”tambah Yanto lagi.

Sementara itu di hadapan para dekan, wakil dekan, kaprodi di lingkungan FKIP Unmuh Babel, Ketua Prodi PJKR ,Widati Amalin Ulfah,MP.d didampingi Sekretaris Prodi PJKR, Erick Prayogo Walton, M.Or. menyampaikan bahwa memang arah dari lokakarya visi-misi Prodi PJKR Unmuh Babel yang juga menghadirkan para mitra dan staekholder bidang keolahragaan dan satuan pendidikan ini, guna merumuskan dan saling mendapatkan masukan di dalam merumuskan visi dan misi PJKR-FKIP Unmuh Tahun 2024 sekaligus mewujudkan visi- misi Unmuh Babel Tahun 2034.

Widati menjelaskan bahwa visi program PJKR adalah menjadi prodi PJKR yang unggul dan inovatif untuk menghasilkan lulusan berkarakter Islami pada tahun 2024. Adapun misinya adalah menjadikan lulusan yang memiliki kompetensi, mampu mengembangkan keilmuan, berdaya saing, memanfaatkan IPTEK di tingkat nasional.

Prodi PJKR mampu menghasilkan lulusan yang memiliki berbagai gagasan untuk menciptakan inovasi-inovasi baru dalam dunia pendidikan dan dapat diaktualisasikan dalam berbagai pembelajaran. Mencetak lulusan yang berintegritas memiliki kepribadian positif (jujur, beriman, kreatif, mandiri), bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, mampu mengemban amanah menjunjung tinggi nilai-nilai Keislaman dan Kemuhammadiyahan.
“Jadi memang tujuan dari lokakarya visi dan misi ini adalah guna menghasilkan lulusan yang berdaya saing ilmu pengetahuan dan teknologi, berakhlak mulia, berjiwa kepemimpinan dilandasi nilai-nilai keislaman,”ujarnya.

Menghasilkan penelitian yang inovatif berbasis IPTEK dalam bidang ilmu pendidikan olahraga dan kesehatan ditingkat nasional. Menghasilkan SDM yang berkemajuan sesuai dengan bidang keilmuan, menghasilkan SDM yang berkemajuan sesuai dengan bidang kelimuan.
Meningkatkan hasil pengabdian kepada masyarakat dalam bidang ilmu pendidikan olahraga dan kesehatan. Menghasikan praktisi olahraga yang unggul berdasarkan nilai-nilai Keislaman dan Kemuhammadiyahan.(Humas/Unmuh Babel)

No Comments

Add your review

Your email address will not be published.