Enter your keyword

post

Prodi KSDA UNMUH Babel dan ALOBI Siap Sinergi, Demi Lingkungan dan SDA Babel Lestari

Program Studi Konservasi Sumber Daya Alam (KSDA) Fakultas Teknik dan Sains (FTS) Universitas Muhammadiyah (UNMUH) Bangka Belitung siap untuk terus menjalin sinergi yang lebih baik lagi dengan Animal Lovers Bangka Belitung (ALOBI) Foundation ke depannya dalam berbagai upaya dan kesadaran terhadap pentingnya penyelamatan lingkungan Bangka Belitung.

Hal ini disampaikan oleh salah satu Dosen Prodi KSDA UNMUH Babel Fifin Fitriana sebagai salah satu perwakilan dosen Prodi KSDA UNMUH Babel yang dampingi oleh Faezal Prandeka, usai ikut berpartisipasi dalam Kegiatan Pelepasliaran Satwa Dilindungi di TWA Permisan yang diselenggarakan oleh ALOBI Kamis, (21/01).

Fifin menjelaskan bahwa Program Studi Konservasi Sumber Daya Alam (Prodi KSDA) Universitas Muhammadiyah (UNMUH) Bangka Belitung bersama mahasiswa UNMUH Babel ikut berpartisipasi dalam kegiatan pelepasliaran satwa dilindungi yang diselenggarakan oleh Animal Lovers Bangka Belitung (ALOBI) Foundation bersama BKSDA Sumsel, Pokdarwis Bukit Nenek, Dishut Babel, PT. Timah , dan PT. PLN di Taman Wisata Alam (TWA) Permisan, Kecamatan Simpang Rimba, Kabupaten Bangka Selatan. Selain itu, kegiatan ini juga dihadiri oleh Jelajah Bangka dan perwakilan mahasiswa/mahasiswi IPB University dan UNAIR.

“Jadi kita berpartisipasi dalam upaya penyelamatan populasi kukang Bangka. Sebanyak 4 ekor kukang Bangka (Nycticebus bancanus) dan 2 ekor musang pandan (Paradoxuurus hermaproditus). Hewan-hewan langka ini di dapatkan dari hasil sitaan dan serahan dari masyarakat dan kemudian dilakukan proses rehabilitasi, dan setelah dinyatakan hewan-hewan ini sehat dan siap dilepasliarkan, maka barulah kita kembalikan ke habitat alaminya. Kegiatan pelepasliaran ini juga dilaksanakan dalam rangka memperingati Hari Primata Indonesia (HPI) yang jatuh di setiap tanggal 30 Januari.

Ia berharap hewan langka seperti kukang Bangka dan musang pandan yang telah dilepasliarkan ini dapat mampu berkembang biak secara alami nantinya, sehingga meningkatkan jumlah populasinya menjadi lebih baik. Hal ini juga akan sangat bergunan dalam menjaga dan keseimbangan ekosistem.

“Makanya kita sangat senang bisa ikut terlibat dalam kegiatan ini, dan ke depan pun kita ingin sinergi yang sudah terbangun ini, akan mampu kita jalin lebih baik lagi dengan berbagai pihak termasuk AlOBI , dalam berbagai upaya melindungi lingkungan dan sumber daya alam di Babel termasuk hewan-hewan langkah di Babel, sebagai warisan tak ternilai harganya untuk anak-anak cucu di masa depan,”tutur Fifin lagi.

Sementara itu, Ketua ALOBI Foundation Langka Sani menyebut bahwa Kawasan Taman Wisata Alam (TWA) Permisan sengaja dipilih menjadi lokasi pelepasliaran, karena kondisi hutan yang dinilai cukup mendukung dan minim dari kegiatan perburuan.

“Kita bersyukur ya, karena masyarakat dikawasan Permisan khususnya, kita nilai sudah cukup sadar untuk menjaga kelestarian alam, oleh karenanya kita berharap hal ini juga akan terus di dituru oleh para generasi muda secara kontinyu”, ujar Langka Sani lagi.

Langka Sani juga mengaku sangat mengapresiasi atas keterlibatan dan sinergi yang terbangun antara Alobi dengan berbagai pihak dalam kegiatan ini, termasuk tim dosen dan mahasiswa Prodi KSDA UNMUH Babel.

”Hadirnya berbagai pihak dalam kegiatan pelepasliaran ini, tentunya kita harapkan akan terus memunculkan semangat untuk bekerjasama dan bersinergi dalam upaya melestarikan lingkungan, sumber daya alam termasuk satwa langka dari ancaman kepunahan di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung,”harapnya Langka Sani lagi.(HUMAS/UNMUH Babel).

No Comments

Add your review

Your email address will not be published.