Enter your keyword

post

Komisi II DRPD Bateng dan PWM Babel Ingin Kesetaraan Sekolah Swasta dan Negeri Lebih Baik

Sejumlah Anggota DPRD Kabupaten Bangka Tengah seperti Edi Purwanto (F-PDI), Batianus (F-Golkar), Tasmis Tamsil (F-Golkar), Jumrah Toha (F-Golkar), Syahran(F-PAN), Ari Rahmawan (F-Gerindra), Dharma (F-Nasdem) dan Jumhar Toha (F-Golkar), (22/01) melakukan kunjungan kerja ke Universitas Muhammadiyah Bangka Belitung dalam ajang silaturahim dan dengar pendapat.

Rombongan DPRD Bangka Tengah ini disambut baik oleh sejumlah Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Bangka Belitung seperti Wakil Ketua PWM H.Samlawi Akhmad, Bendahara PWM,H. Fauza Akhmad, Sekretaris PWM, Fadilah Sabri, Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Membidangi Majelis Ekonomi, Kewirausahaan, Wakaf, Kehartabendaan sekaligus Pembina Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kabupaten Bangka,H.Warsangka. Hadir juga Ketua Majelis Pendidikan Dasar dan Menengah ( Disdakmen) PWM Babel, Edison Taher, Ketua Majelis Dikdasmen PDM Bangka Tengah, Herman Efendi Arani, pihak pengurus Sekolah SMP Muhammadiyah Bangka Tengah dan sejumlah tokoh penting lainnya.

Ketua Komisi II DPRD Bangka Tengah Membidangi Pendidikan Setingkat SD-SMP, Edi Purwanto menjelaskan bahwa kunjungan yang dilakukan pihaknya ini adalah sebagai ajang silaturahmi sekaligus kunjungan kerja ke PWM Babel khususnya dalam menyikapi Kondisi yang terjadi di Yayasan Pendidikan SMP Muhammadiyah Bangka Tengah.”Kami bermaksud ingin bersama-sama memberikan perhatian sekaligus mencari solusi real di lapangan SMP Muhammadiyah Koba Bangka Tengah yang saat ini kurang diminati masyarakat,”ujarnya.

Edi menambahkan bahwa terkait dengan kondisi SMP Muhammadiyah Koba Bangka Tengah tersebut sebelumnya juga di diskusikan dengan pihak Yayasan Pendidikan Muhammadiyah Bangka Tengah. Yang intinya adalah sepakat ingin agar oritensasi masyarakat terhadap SMP Muhammadiyah Koba dapat segera berubah menjadi lebih baik.

” Kita sama-sama ingin berbuat untuk sekolah ini, supaya tidak ada lagi masyarakat berfikir mana sekolah negeri, mana sekolah Muhammadiyah, melainkan masyarakat harus berubah memandang bahwa negeri dan Muhammadiyah adalah bertujuan sama yakni menghasilkan generasi-generasi bangsa dan menciptakan anak-anak terdidik,”tambah Edi lagi.

Edi juga berharap ke depan dengan menggunakan Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) DPRD Bangka Tengah yang disesuaikan dengan kondisi keuangan daerah. Pihaknya juga akan berupaya mensejajarkan dan mensetarakan sarana-prasarana yang ada di SMP Muhammadiyah Koba Bangka Tengah.

“Kami ingin apa yang ada di negeri juga akan ada atau minimal setara dengan yang juga ada di Muhammadiyah. Sehingga masyarakat tidak bisa memilih-milih lagi. Sehingga bukan berati para orang tua yang memasukan anak-anaknya ke sekolah negeri karena lebih komplit dibandingkan di Muhammadiyah.Oleh karena itu kesetaraan ini akan terus kita lakukan secara bertahap terhadap mana kebutuhan sekolah yang menjadi skala perioritas maupun yang tidak,”ujar Edi lagi sembari menyebut bahwa anggota DPRD Bateng yang hadir ini sebagian besar merupakan anggota Banggar DPRD Bangka Tengah.

Disebutkan Edi lagi, bahwa dari hasil evaluasi pihak Komisi II DPRD Bangka Tengah Membidangi Pendidikan Setingkat SD-SMP dengan pihak yayasan pendidikan SMP Muhammadiyah juga sudah membuat kesepakatan, bahwa pihak sekolah akan segera membuat semacam program plus SMP Muhammadiyah yakni mencetak SDM Cerdas dan Hafiz Qur`an.

Dengan program plus ini juga diharapkan ke depan akan lebih mampu menarik untuk para orang tua mempercayakan anak-anaknya di didik di SMP Muhammadiyah. “Adapun terkait beban biaya yang selama ini diperuntukan dan dibebankan kepada orang tua murid, maka nantinya akan diambil alih kebijakannya dan ditanggung oleh pemerintah daerah, sehingga ke depan walimurid yang mungkin tadi juga memandang beban masalah beban biaya di sekolah di Muhammadiyah, maka ke depannya tidak lagi,”harap Edi Purwanto lagi.

Sekretaris Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Bangka Belitung,Fadilah Sabri dalam kesempatan yang sama menilai anggota DPRD Bangka Tengah khususnya Komisi II yang membidangi pendidikan setingkat SD-SMP sebagai sikap pro aktif dan peduli terhadap nasip pendidikan termasuk pendidikan di lembaga swasta seperti Muhammadiyah. Karenanya ia berharap kunjungan anggota DPRD Bangka Tengah kali dapat membawa dampak yang lebih baik untuk memajukan kualitas pendidikan di Kabupaten Bangka Tengah. Wabil khusus bagi lembaga pendidikan swasta.

Kesetaraan antara sekolah swasta dan negeri ke depannya juga diharapkan akan terwujud sebagaimana mestinya. Sehingga siapa pun calon siswanya di negeri maupun swasta, maka akan diberlakukan sama. Guna mencapainya maka tentu ini juga harus diselesaikan dengan Perda. Sehingga bagi masyarakat yang ingin sekolah dimana pun, maka akan sama, setara dan ada standar minimal yang harus di penuhi.

“ Untuk SMP Muhammadiyah Koba Bangka Tengah ini, kita akan fokus dulu untuk melakukan pembenahan , setelah itu kita akan lanjutkan untuk pengembangan SD Muhammadiyah Koba. Sebab selama ini kami menyadari bahwa kita memang agak meloncat , karena di Bangka Tengah ini kita belum ada SD Muhammadiah. Sehingga saat anak-anak masuk di TK Muhammadiyah, tapi SDnya masuk negeri, kemudian balik lagi SMPnya ke Muhammadiyah,”tambahnya lagi.

Fadilah Sabri menyebut dirinya optimis dengan adanya sinergi , komitmen, tekad dan kerja keras yang kuat khususnya di dalam percepatan langkah pembenahan SMP Muhammadiyah Koba Bangka Tengah. Maka ke depan Amal Usaha Muhammadiyah (AUM) SMP Muhammadiyah pada saatnya tidak hanya akan mampu kembali bangkit tetapi mampu menjadi sekolah percontohan bagi lembaga pendidikan atau sekolah-sekolah lainnya termasuk negeri.

Sikap optimis dari sekretaris PWM Babel ini juga dirasakan oleh Wakil Ketua PWM Babel, H.Samlawi Akhmad dan juga Bendahara PWM Babel, H.Fauza Akhmad yang juga tak lain adalah Ketua PDM Bangka Tengah Periode 2010 – 2015.

” Disamping kami sangat menyambut baik atas kunjungan yang dilakukan oleh Komisi II DPRD Bangka Tengah untuk mencari solusi terbaik bagi eksistensi SMP Muhammadiyah Koba Bangka Tengah. Dan kami optimis bahwa SMP Muhammadiyah Koba akan kembali berjaya bahkan menjadi percontohan bagi sekolah-sekolah yang lain,”ujarnya.

Pensiunan pegawai PT.Kobatin Tahun 2017 sekaligus saat ini juga mengemban tugas sebagai Pengurus Badan Pembinaan Harian (BPH) PWM Babel serta Pendekar Kehormatan Tapak Suci Putra Muhammadiyah Provinsi Bangka Belitung ini juga mengajak untuk semua pihak pemangku kebijakan dunia pendidikan ikut serta memberikan porsi perhatian lebih baik termasuk dalam hal upaya –upaya peningkatan kesejahteraan para guru dan tenaga kependidikan yang ada di sekolah-sekolah swasta khususnya pula di SMP Muhammadiyah Koba maupun sekolah-sekolah Muhammadiyah lainnya. (Humas/UNMUH Babel).

No Comments

Add your review

Your email address will not be published.